Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Seks Dengan Cewek Yang Sangat Sensitif Dan Mudah Basah

Seks Dengan Cewek Yang Sangat Sensitif Dan Mudah Basah

Seks Dengan Cewek Yang Sangat Sensitif Dan Mudah Basah

CERITADEWASAINDONESIA – Saya pertama kali kenalan dengan Silvi waktu saya mengantarkan pacar saya pulang ke tempat kostnya. saya tidak tahu kalau tempat kost itu juga menerima kost untuk hostes-hostes night club. Penghuninya kurang lebih ada 16 orang, cewek semua. Mahasiswinya ada tiga, selebihnya cewek night club semua.

Suatu hari waktu saya ke tempat kost pacar, tidak tahunya di pintu kamar pacar ada note yang isinya dia pulang ke Bandung karena ada urusan keluarga. Ketika saya jalan mau turun tangga, eh Silvi baru keluar dari kamar mBenny, dia tersenyum kepadaku. Saya balas senyumnya. Terus dia jalan masuk ke kamarnya. Saya pelan-pelan jalan melewati kamarnya.

Seks Dengan Cewek Yang Sangat Sensitif Dan Mudah Basah

Seperti biasa kamarnya tidak dikunci dan kelihatan Silvi sedang berdiri di depan cermin merapikan rambut, bugil berat. Penisku langsung berontak. Tapi dia sepertinya tidak peduli, dia cuma melirik sekilas, terus melanjutkan nyisir rambutnya. Saya tegang banget, saya cepetin langkahku sambil menahan ngilunya penis saya yang kejepit CD.

“Mas Benny kecewa ya pacarnya tidak ada?”, tiba-tiba suara Silvi menghentikan langkahku. Saya langsung berbalik kembali ke kamarnya. Saya berdiri di depan pintu.
“Ah tidak…, cuma kaget saja kok tiba-tiba pulang ke Bandung”, jawabku pura-pura melihat ke lantai.
“Dari pada tidak ada mainan…, gimana kalau mainin Silvi saja Mas?”, saya kaget banget dengar komentar vulgar seperti itu.
“Maksudnya?”, saya pura-pura lugu. Silvi melirik genit terus matanya dikedipin.
“Silvi masih ada waktu satu setengah jam lagi kok…”.
“Terus?”.
“Kata pacar Mas, Mas suka mainin memeknya”. Sialan juga pacarku, masak rahasia kencan diobral ke perempuan seperti gitu. Saya jadi kesel campur malu.

“Kalo Mas mau, mainin saja memek Silvi…, dari pada tidak ada yang bisa dimainin…”, Silvi berkata sambil berjalan ke arahku. Lalu tangannya meremas penisku yang sudah tegang banget.

“Wow…, keras banget. tidak usah takut, Silvi bebas dari penyakit kok”, saya tidak bisa jawab apa-apa lagi. Pintu lalu dibanting pakai kakinya. Terus tahu-tahu saya sudah bugil di depan Silvi. Penisku dikocokin lembut. Rasanya nikmat banget. Jauh lebih nikmat dari pada kocokan pacarku.

Silvi memajukan wajahnya yang manis, terus saya kulum mulutnya. Kita ciuman dengan buas, tanganku meraba clitorisnya, terus saya mainin clitorisnya, saya korek-korek memek basah-nya. Bulunya lebat banget. Tiba-tiba Silvi jongkok terus penisku disedotnya, dijilat-jilat seperti lagi menjilati permen lolypop. Saya lihatin kegiatannya. Saya setubuhi mulutnya, biji penisku juga dijilatinya.

Akhirnya saya dorong dia ke atas ranjang, terus kita ambil posisi 69. Saya melakukan survey dengan lidah. Saya hisap-hisap bulunya yang masih lembab, karena baru mBenny. Dari celah kewanitaannya masih tercium bau sabun, harum sekali, saya buka bibir memek basah-nya yang berwarna merah tua. Lubang bagian dalam warnanya merah muda, saya lihat ada lubang kecil, mungkin itu lubang pipis.

Saya sedot clitorisnya, terus saya masukin lidahku sedalam-dalamnya. Silvi menjerit kecil, saya makin horny. Terus saya berbalik, sekarang saya sedotin puting susunya yang kecil, tangan saya meremas payudaranya dengan keras. Saya lihat dia menggigit bibir, tapi dia tidak mencoba berontak atas kekasaranku.

Saya jadi makin gila, penisku yang sudah tegang langsung saya sodok ke lubang senggamanya, ketika masuk…, aduh enaknya bukan main. Saya jadi ikut-ikutan mengerang nikmat. Saya genjot penisku dengan cepat, kadang saya pelanin terus saya benamkan sedalam-dalamnya sampai Silvi menjerit lagi.

“Mas, Mas…, aduh…, nikmat banget…, tusuk lagi yang keras Mas..!” dia mengerang-erang, langsung saja saya ikutin permintaannya. Tak lama Silvi mendesah hebat sambil memeluk badanku erat-erat, badannya meliuk-liuk, tangannya meremas-remas pantatku. Sakit banget…, sialan. Padahal saya juga pingin keluar juga, gara-gara diremas begitu spermaku jadi balik lagi.

Saya jadi agak kesal. Setelah saya berasa tubuh Silvi melemas, saya cabut penisku, waah…, penisku basah banget, sepertinya basah dengan lendirku. Terus saya angkat kedua kakinya ke atas, langsung saya arahkan penisku ke lubang pantatnya. Silvi memberontak, tapi saya tahan terus sambil menyodok sekeras-kerasnya ke dalam lubang pantatnya.

“Gila…! Jangan disitu…, aduh, sakit bangeet…, jangaan…”, saya lihat dia sampai keluar air matanya karena kesakitan, tapi sudah telanjur, penisku sudah masuk semua, perih juga sih, tapi jepitannya betul-betul membuat mataku nanar. Enak banget!

“Pelan-pelan genjotnya Mas…, sakit banget nih…, kasar banget sich?”, Tangan Silvi mencubit pantatku, saya sudah tidak peduli, saya genjot lubang pantatnya yang betul-betul sempit. Lalu dia mengeluh, tapi mencoba menggoyang supaya saya nikmat. Akhirnya saya tidak tahan lagi, buru-buru saya cabut penisku, terus secepat kilat saya sodok ke dalam mulut Silvi yang lagi megap-megap oleh rintihan kesakitannya.

Matanya langsung melotot seperti pingin keluar, tapi penisku sudah masuk dalam banget, saya lihat dia mau protes tapi yang saya rasakan dia mulai menyedot penisku sambil tangannya mengocok penisku. Rasanya tidak ada duanya, sungguh profesional banget cewek ini.

“Aakhh…”, cuma suara itu yang keluar dari mulutku, selebihnya penisku seperti dipompa sampai bocor dalam mulut Silvi. Spermaku sepertinya tidak mau berhenti, rasanya nikmat. Penisku terus dikeluarin, lalu digosok diseluruh wajahnya.

Tangannya mengurut penisku, sampai terakhir menetes juga spermaku satu tetes kedalam mulutnya. Dia memandangku dengan pandangan sayu. Saya langsung roboh di atas tubuhnya, saya gigit pundaknya, saya sedotin lehernya, saya kulum telinganya. Dia memelukku sambil menjilati pundakku.

“Lain kali kalo habis masuk lubang pantat jangan dimasukin ke dalam mulut saya dong…”, Akhirnya dia protes juga. Saya diam saja, lain kali urusan belakangan.

Setelah kejadian itu, saya kontrakin rumah kecil buat Silvi. Terus pelan-pelan saya putusin hubungan saya sama pacarku. Selanjutnya saya tinggal bersama Silvi. Dia terus kerja, saya juga terus kerja. Tiap malam saya menikmati memek basah-nya, dan itu berlangsung sampai sekarang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme