Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Pembantu Menjadi Guru Seks Ku

CERITADEWASAINDONESIA – Kini aku sudah berusia 35 tahun dan sudah mempunyai seorang istri dan dua orang anak. Kisah yang kualami terjadi ketika aku berusia kurang lebih 25 tahun sewaktu aku masih menjadi salah seorang mahasiswa tingkat akhir. Waktu itu aku tinggal disalah satu tempat pemondokan (kost) bersama teman-teman mahasiswa yang lain kurang lebih sebanyak 20 orang.

Untuk meringankan tugas kami sehari-hari, kami mempunyai seorang pembantu wanita (Bi Vina) yang bertugas memasak, mencuci, dan menyapu. Usia Bi Vina pada saat itu kurang lebih 40 tahunan, sudah bersuami dan mempunyai anak, putri sulungnya pada saat itu sudah SMA. Bi Vina bekerja di tempat kami dari pagi sampai sore (pagi-pagi datang dan sorenya pulang ke rumahnya). Karena Bi Vina bekerja di tempat kami sudah cukup lama maka hubunganku dengan Bi Vina cukup akrab. Aku tidak sungkan-sungkan lagi berbicara dengan Bi Vina sampai menjurus kearah hal-hal yang berbau cerita dewasa.

Pada suatu hari, pagi-pagi Bi Vina datang dari pasar membawa belanjaan salah satunya berupa terong panjang berwarna ungu. Ketika Bi Vina sedang memasak aku menemaninya ngobrol di dapur dan aku iseng menggoda Bi Vina dengan menggunakan terong yang baru dibelinya dari pasar. Terong tersebut aku bentuk menyerupai alat kelamin laki-laki (penis) dengan cara memberikan bentuk kepala penis pada salah satu ujungnya. Setelah selesai, aku tunjukkan kepada Bi Vina dan ia senyum-senyum saja melihat hal tersebut. Pada saat yang bersamaan penisku bangun, rupanya Bi Vina tahu hal tersebut dari perubahan bentuk celana yang kupakai. Tiba-tiba tangan Bi Vina memegang penisku dari luar celana, aku hanya bisa tersipu-sipu saja karena aku belum terbiasa melakukan hal itu. Perlu pembaca ketahui bahwa pada saat itu aku belum pernah melakukan hubungan seks meskipun aku sudah mempunyai seorang pacar yang berada di kampung kelahiranku. Aku dan pacarku hanya ketemu sekali dalam setiap enam bulan, pada saat aku mendapat liburan.

Pembantu Menjadi Guru Seks Ku

Setelah Bi Vina memegang penisku tersebut, tanpa berkata-kata aku langsung pergi ke kamar dan beberapa saat kemudian Bi Vina menyusulku ke kamar. Di dalam kamar aku menunjukkan sebuah foto porno kepada Bi Vina, maksudnya aku ingin mengajak Bi Vina berhubungan dengan gaya seperti pada photo tersebut. Tetapi Bi Vina malah keluar dari kamarku tanpa berkata-kata sepatah pun, aku merasa malu jadinya. Beberapa menit kemudian Bi Vina datang lagi ke dalam kamarku, tanpa kusadari tiba-tiba aku dan Bi Vina sudah saling berpelukan sambil berdiri. Aku langsung membuka resluiting celana dan mengeluarkan penisku yang sudah menegang. Kemudian aku mengangkat rok dan celana dalam Bi Vina, kuturunkan sedikit kemudian aku langsung memasukkan penis ke dalam liang surganya. Ternyata liang kewanitaannya sudah sedikit longgar sehingga aku tidak mengalami kesulitan untuk memasukinya. Baru beberapa saat tiba-tiba ada temanku yang ribut-ribut di luar, aku dan Bi Vina secepatnya untuk berhenti berhubungan dan selanjutnya Bi Vina kembali ke dapur.

Siang harinya ketika teman-teman kostku sedang tidur siang, Bi Vina kembali lagi ke dalam kamarku. Tanpa berkata-kata aku langsung saja membuka resluiting celanaku dan selanjutnya aku angkat lagi rok yang dipakainya dan melakukan hubungan seks sambil berdiri. Baru beberapa menit aku sudah keluar, kelihatannya Bi Vina belum puas aku dapat merasakannya dari raut wajahnya.

Besoknya sepulang dari kuliah setelah makan siang, aku langsung ke kamar dan kugunakan obat yang dioleskan pada kepala penis. Obat tersebut sebelummya aku sudah menyimpannya, kebetulan teman kostku ada yang menjatuhkannya di halaman dan aku menyimpannya. Setelah beberapa menit kemudian ketika teman-teman kostku sedang istirahat siang, Bi Vina kembali lagi ke kamarku. Tanpa basa-basi lagi aku langsung mengajaknya untuk bersetubuh. Pada hubungan hari kedua tersebut karena aku memakai obat, kami dapat melakukan permainan seks yang cukup lama. Aku dapat merasakannya bahwa Bi Vina mencapai orgasme sehingga pada hubungan hari kedua tersebut kelihatannya Bi Vina betul-betul puas.

Selanjutnya setelah kejadian itu, hubunganku dengan Bi Vina semakin akrab saja. Atas saranku, Bi Vina kalau kerja selalu menggunakan rok yang cukup longgar sehingga memudahkan pada saat melakukan persetubuhan. Hubungan seks yang kami lakukan sebagian besar pada siang hari pada saat teman-teman sedang tidur siang. Pernah sekali-sekali pada pagi hari sepulang Bi Vina dari pasar kalau teman-teman belum bangun pagi. Aku dan Bi Vina melakukan hubungan badan selalu dalam kamar dan tidak pada ranjang karena takut ranjangnya berbunyi, maklum ranjangku terbuat dari besi yang sudah agak tua. Pernah suatu hari Bi Vina mengajakku melakukan hubungan di dalam kamar mandi tetapi aku menolaknya karena takut ketahuan oleh teman-teman yang lain.

Belakangan atas pengakuan Bi Vina aku baru tahu Bi Vina dalam rumah tangganya mengalami persoalan dalam berhubungan seks dengan suaminya. Kata Bi Vina, suaminya cepat sekali keluarnya sehingga Bi Vina jarang mencapai orgasme. Padahal dari hubungan yang kulakukan dengannya selalu berakhir dengan puncak kenikmatan. Setelah sering melakukan hubungan seks dengannya, aku jarang lagi menggunakan obat sehingga sering kami mengalami orgasme hampir bersamaan. Setelah beberapa lama aku dan Bi Vina melakukan hubungan badan, Bi Vina malah menganggapku sebagai suaminya yang kedua karena kepuasan yang kuberikan dapat menggantikan suaminya. Untuk menghindari kecurigaan suaminya, aku sarankan pada Bi Vina agar sikapnya terhadap suaminya tidak berubah terutama dalam melakukan hubungan seks. Bi Vina menuruti saranku, malah setelah menjalin hubungan denganku, perlakuan Bi Vina terhadap suaminya menjadi semakin mesra untuk menghindari kecurigaan.

Bi Vina adalah guru bagiku dalam hal berhubungan seks. Berbagai posisi telah diajarkannya padaku diantaranya, aku duduk dan Bi Vina di atasku, Bi Vina nungging sambil berdiri, Bi Vina tidur di atas meja, aku duduk diatas kursi, dll. Kalau Bi Vina sedang haid, Bi Vina selalu memberikan blow job kepadaku. Hubungan yang kurasakan paling berkesan adalah pada suatu malam dimana aku dan teman-teman mengadakan acara di luar rumah sehingga rumah kosong sama sekali, kami meminta Bi Vina untuk menjaga rumah sampai tengah malam. Aku sengaja pulang lebih awal kebetulan di rumah hanya ada Bi Vina sendirian. Aku dan Bi Vina langsung menuju tempat tidur setelah mengunci seluruh pintu masuk. Kami melakukan hubungan seks yang cukup lama sehingga Bi Vina dapat mencapai orgasme beberapa kali. Setelah di tempat tidur kemudian pindah ke sofa ruang tamu sampai menjelang teman-teman pulang tengah malam.

Demikianlah hubunganku dengan Bi Vina berlanjut kurang lebih satu tahun sampai akhirnya aku lulus dan pindah ke kota lain. Selama itu aku dan Bi Vina melakukan hubungan seks tidak kurang dari 100 kali dalam berbagai posisi. Suatu saat pernah kuungkapkan pada Bi Vina bahwa aku bermaksud berpacaran/kawin dengan salah seorang putrinya sehingga dengan demikian aku dan ibunya (Bi Vina) dapat menjalin hubungan terus, tetapi Bi Vina tidak menyetujui rencanaku tersebut.
Sampai saat aku menulis pengalamanku ini, aku belum pernah berjumpa lagi dengan Bi Vina. Kadang-kadang aku sangat merindukan saat-saat indah yang pernah kami alami.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme