Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Para Nona-Nona Yang Menikmati Permainan

Para Nona-Nona Yang Menikmati Permainan

Para Nona-Nona Yang Menikmati Permainan

CERITADEWASAINDONESIA –  Nafasku terengah-engah sewaktu sampe di depan rumah Vina yg posisinya sedikit terpiisah darii rumah-rumah mewah laiinnya, sebuah kendaraan BMW terparkiir didepan piintu rumah. Aqu masuk dan mencarii-carii Monica dan Vina. Sayup-sayup aqu mendengar suara-suara iisakan tangiis dan suara tawa terkekeh-kekeh, perlahan-lahan kubuka piintu kamar. esexeseks.com Darahku mendidih menyaksiikan Monica sembari menangiis, duduk dipiinggiiran kasur, sedangkan Vina menangiis dalem keadaan teriikat sedang disodomii oleh seseorang berbadan gemuk berlemak.

“Bangsattt!!” Aqu menerjang kedalem. Siigemuk terkejut dan melepaskan badan Vina. Terjadilah pertarungan sengiit didalem kamar, saliing pukul , saliing dorong, dan saliing menerjang. Bogem kananku melayg dalem gerakan yg enggak diduga oleh sii gemuk.

Para Nona-Nona Yang Menikmati Permainan

“Unnngghhhh… Huaakkkkk Bukkk Bukkkk.. Bukkkkk” beberapakalii bogemku menghantam wajah dan perutnya dgn telak.

“Gubrakkkkk…….” Siigemuk terjengkang,

“Uuuuhhh Hhhhhhh” Siigemuk hendak bangkiit akan tetapi badannya segera liimbung dan roboh kelantaii.

“Sialan.. cuiihhh!! gua masukiin lagii kepenjara lu!!!”siigemuk meludah kelantaii, ludahnya bercampur darah, ia mengancamku

“Bapak yg saya masukiin kepenjara!!, kerana Bapak sudah memperkosa mereka!!”

“Enak aja…. Mana buktiinya !!!”sii gemuk Nggak mau kalah

“Mereka korban dan saya saksiinya !!!”

“Anjiing lu…!!!” siigemuk memakiiku, dgn tangkas ia menyambar pakaian dinasnya dan melompat keluar kamar.

Aqu hendak mengejarnya, akan tetapi erangan Vina membuatku menahan dirii, dgn hatii-hatii aqu melepaskan iikatan ditangannya, terliihat memar dipergelangan Tangan Vina kerana iikatan yg terlalu kuat. Kududukkan badan Vina disebelah badan Monica. Mereka berdua menangiis dalem pelukanku, enggak berapa lama Nia datang, ia tampak paniik sampe aqu menenangkannya, Nia membantu memandikan kedua sahabatnya yg masiih shock, sesudah diperkosa dgn brutal dan liar oleh siigemuk, selama berharii-harii Vina dan Monica berdiam dirii. Setiap harii aqu hanya dapat menghela nafas panjang, aqu mengertii bagemana perasaan mereka , berbagaii cara sudah aqu laqukan untuk menghiibur mereka berdua, akan tetapi tampaknya enggak ada satupun yg berhasiil.

“Monica.. Vinaee, aqu mandi dulu ya…”Nia berusaha memecah keheniingan. disore harii iitu, Monica dan Vina hanya mengangguk lemah.

Enggak berapa lama terdengar suara bunyii shower darii kamar mandi, aqu menelan ludah membaygkan Nia yg sedang mandi, sedikit lama barulah Nia keluar darii kamar mandi, uh Nia hanya mengenakan selembar handuk untuk membalut badannya , tangan Nia menjiinjiing pakaian dan baju dalemnya.

“Awww…Bluggg…. “badan Nia terpeleset, pakaian dan baju dalemnya terlempar keudara.

“Auhhhhhhh……glekk Heuhhh.!!!” wajahku tertutup sesuatu , tanpa terduga celana dalem Nia terlempar kewajahku sedangkan Bh Nia tersangkut dileherku.

Monica dan Vina memandangiiku yg masiih tergagap-gagap terkena serangan celana dalem dan BH Nia, sebentar kemudian mereka menatap Nia yg terjatuh dalem posiisii sedikiit mengangkang ,  mendadak mereka berdua tertawa lepas tanpa beban.

“Makanya atii-atii kalo jalan… he he he” Vina dan Monica menghampiirii Nia dan membantu sahabatnya berdirii, mood Monica dan Vina mulaii kembalii sepertii biasanya.

“Aduh.. duh sakiit niihhh…” Nia mengusap-ngusap piingulnya.

**************************

Tengah Malam.

Aqu mengecupii keniing ketiiga wanitaku yg tertiidur pulas sesesudah kuhantarkan mereka kelautan biirahii yg panas dan bergejolak,perlahan-lahan aqu bangkiit darii kasur, Kuposisikan sebuah surat diatas meja belajar yg ada didalem kamar, dgn mengendap-ngendap aqu keluar darii dalem kamar dan kututupkan piintu kamar iitu.

“Monica… Vina… Nia… mang Triimiin pergii dulu…mungkiin sedikit lama hhhh” aqu menghela nafas panjang sembari memandangii rumah mewah iitu darii luar.

Harii iitu sudah genap semiinggu aqu meniinggalkan rumah Vina ,Aqu menceritakan pemerkosaan yg dilaqukan oleh siigemuk terhadap Vina dan Monica kepada Arif

“Mereka… enggak terluka bukan ?” Arif mendadak bertanya, ia tampak kuatiir dgn ketiiga wanitaku, terutama Monica.

“Untungnya Enggak… Hhhh” Aqu menghela nafas panjang.

“Aqu riindu pada mereka Rif…”Aqu tertunduk lesu.

“Emmmm, kalo giitu besok malam , kiita mengunjungii mereka !!! “Arif tampak bersemangat.

Arif tersenyum senang sewaktu aqu mengangguk, ia menghampiirii badan seorang lakii-lakii bernama Doktor iijon kemudian

“Plakkk… bukkk bukkkk haduhhhh ampppphunnnn… amphuuuunnnn” Doktor iijon kesakiitan sewaktu Arif menjambak rambutnya.

“Sialannnn…!! Enak aja lu maen perkosa…!! Mau Gua penggal tuh iisii kolor…!!! Hahhh?!!!” Arif membentak.

Nafasnya turun naiik kerana esmosii… ehhhh Emosii maksudnya… he he he h ^ ^.

Beberapa orang yg teriikat menjadi sasaran empuk , digampar, dijambak, ditonjok oleh Arif.

********************************

Malam Sabtu.. waktunya

“Apel dan nempel..”

Arif menghentiikan kendaraan tuanya, sekarang kurang lebiih jam 7 malam, Aqu turun darii kendaraan, Arif mengiikutiiku darii belakang.

“Triimiin…!! Koqq rumahnya gelappp !!!!” Arif berbiicara dgn nada seriius”Ehhhh !!! aqu memandangii rumah Vina yg megah, gelap tanpa penerangan, keniingku berkerut

“Mana kunciinya !!! cepattt…..!!!”Arif tampak kuatiir

Aqu buru – buru mengeluarkan kuncii rumah darii saqu-ku

“Siinii…!!” Arif menambar kuncii yg baru kukeluarkan darii saqu celanaqu.Dgn terburu-buru aqu mengiikutii langkah-langkah Arif.

“Cliikkkkkk”bunyii suara lobang kuncii.

Arif menerjang melompat masuk kedalem.

“Buk…bukkkkk…. Whadowwww… Dhuengggggggg…!! Gdombranggg!!” Arif menjeriit kesakiitan.

Aqu buru-buru menyalakan lampu , dannn… Upsssss !!!!!!

Arif yg berbadan besar tengah ditiindih oleh ketiiga wanitaku, Monica memegang Teflon, Nia memegang katel keciil, sedangkan Vina memegang tutup paniic. Tangan Arif berusaha meliindungii wajahnya sewaktu sebuah Teflon ditangan Monica melesat dgn cepat akan tetapi terlambat..!!!

“Bposisikkkk…. Whadowwwwww”, Arif Sahabatku terkapar sembari memegangii kepalanya.

“Ehhhh… Nia.. Monica…. Vina… jangan..!! dia kawan mang Triimiin…”Aqu berusaha meredakan pertempuran sengiit didepanku. Gerakan Monica , Nia dan Vina mendadak berhentii sewaktu mendengar suaraqu.

“Manggg Triimiin….” Mereka bertiiga berhamburan , memeluk badanku.

Aqu menciiumii mereka bertiiga, berbagaii pertanyaan terlontar darii biibiir mungiil ketiiga wanitaku.

“Sebentar….” Aqu tersenyum – senyum, menghampiirii Arif Sahabatku terkapar dilantaii, ada benjolan sebesar telur angsa dijiidatnya.

“Aduhh… aduhhhh ….”Arif memegangii kepalanya, Aqu memapahnya agar duduk diatas sofa.

Ketiiga wanitaku tampak serba salah, Monica beriiniisiatiif mengambiil kotak P3K,

“IInii manggg….” Monica menunduk sembari memberiikan obat gosok, wajahnya enggak beranii  menatap Arif, apalagii meliihat telur angsa hasiil karyanya dijiidat Arif. Jam dinding menunjukkan pukul 7.15 malam, sewaktu aqu selesaii mengobatii Arif

“Rif… lu tiidur dikamar gua aja ya…tuhh dibelakang….”

“IIya… gua tiiduran dulu…. Pusiing niihhh” Arif Bangkiit darii duduknya.

Aqu tersenyum ,sesudah Arif berlalu enggak berapa lama ketiiga wanitaku menariik-nariik tanganku kedalem kamar, terjadilah peperangan hebat didalem kamar, sampe akhiirnya kamii berempat tertiidur kecapaian.

“Manggg…. Manggg Triimiin….” Aqu membuka mataqu , rupanya Monica membangunkanku.

“kenapa maniiss… Mmmhhh…”Aqu memeluk badannya yg masiih telanjang.

“Manggg…temeniin yuk.. Monica mau piipiisss Taquttt….” wajah Monica tampak iimut, lucu banget deh.

Aqu bangkiit dan tersenyum, dgn terburu-buru Monica membalutkan kaiin tiipiis miiriip kiimono dibadannya. Monica memegangii tanganku erat-erat, sewaktu kamii melewatii kamar tempat Arif beriisiitiirahat, sepertiinya Monica taqut kerana merasa bersalah pada Arif, sesudah selesaii buang aiir keciil Monica memiinta diantar ke dapur , haus katanya. Aqu dan Monica kembalii menuju kamar Vina, langkah kamii berhentii , aqu dan Monica saliing berpandangan, ada sesosok badan hiitam, tiinggii besar dan gemuk berlemak sedang asiik mengiintiip darii lobang piintu.

“Ssstt…. Pelan-pelan” biisiikku sembari menempelkan jarii telunjuk dibiibiir, Monica mengangguk , kemudian dgn perlahan-lahan kamii melangkah mendekatii seseorang yg sedang asiik mengiintiip Vina dan Nia yg masiih tiidur telanjang bulat diatas kasur.

“Dharrrrr……..  “ Aqu berteriak keras-keras sembari menampar bokongnya orang iitu.

“Dukkkkkkkk!! Wadowww…mampuss!!!” sakiing terkejutnya Arif menyeruduk piintu kamar.

“Ha ha ha ha ha….” Aqu terbahak-bahak meliihatnya mengusap-ngusap telur angsa dikepalanya,

“Aduhhh… uhhhh Biiyunggggg…. Tega amat lu…”

Arif  duduk pasrah diatas lantaii sembari meriingiis.

Monica enggak kuasa menahan tawanya, suara merdunya bagaiikan obat ajaiib membuat Arif melupakan rasa sakiit dikepalanya.

“Ngapaiin lu Rifff….” Aqu tersenyum cengengesan.Gelora Biirahii

“Eeeeehhh iiniiiiiiii… iituuuu…. Mmmmhhh maksudku… yaaaa begiituuu… Nggakkk… ngapa-ngapaiin koqqq” Arif menceracau gugup kerana ketahuan mengiintiip, Arif menatap Monica yg masiih tertawa-tawa keciil, wajahnya benar-benar memelas miinta dikasiihanii.

“Monica kamu temeniin Arif ya…” Aqu berbiisiik diteliinga Monica.

“Enggak ahhhh… Monica taquttt mangggg” Monica menariik leherku dan berbiisiik diteliiNggaqu.

Aqu berlalu menuju piintu kamar, Monica hendak mengiikutiiku akan tetapi aqu buru-buru menutup dan menguncii piintu kamar darii dalem.

“Tok.., Tokkk…, Tokkk, Manggg… manggg Triimiin.. buka mangggg” Monica mengetuk-ngetuk piintu kamar.

Arif menghampiirii Monica, tangannya menepuk perlahan bahu Monica, Monica membaliikkan badannya. Jantung Arif seakan-akan berhentii berdetak , wajah yg cantiik, cute, badan yg mungiil, berdirii ketaqutan dihadapannya.

“Nama kamu Monica ya…? “Arif bertanya dgn lembut

Monica mengangguk, siikap Arif yg lembut membuat hatii Monica sedikiit tenang. Tangan Arif menggenggam tangan Monica yg mungiil, ditariik tangan wanita iitu agar mengiikutiinya.jiika digambarkan mereka berdua bagaiikan “Seekor Goriila berbadan tiinggii besar dan gemuk berwajah buruk tengah bergandgn tangan dgn seorang wanita cantiik berbadan mungiil”

Arif menutup piintu kamar iitu, sesudah menyalakan lampu kamar, Arif menghampiirii Monica, wanita iitu mundur kesudut kamar sampe punggungnya tertahan ditembok, Wajah Arif yg rusak berat membuat Monica semakiin ketaqutan.

“Maaff..Mang Arif…,Nggak sengaja…”tiiba-tiiba Monica memiinta maaf, sembari teriisak-iisak.

“Lhoo…malah nangiiss ? koq miinta maaff…? Oooo.. iinii ya ?”Arif menunjuk benjolan sebesar telur angsa dijiidatnya.

“Mang Arif  jadi punya telur..niih. gara-gara ditabok ama  Teflon he he he” Arif sengaja bergurau agar Monica enggak terlalu tegang.

Monica teriisak akan tetapi juga enggak sanggup menahan tawanya, mengiingat kejadian tadi sewaktu Arif menyeruduk piintu kamar. Dgn lembut Arif menyeka aiir mata Monica, tangan mungiil Monica menahan wajah Arif yg mendekatii wajahnya. Kedua tangan Arif meraiih piinggang Monica yg rampiing, tangan Arif menariik lepas iikatan siimpul dipiinggang Monica.

Beberapa kalii tangan Arif bergerak menyiibakkan kaiin tiipiis miiriip kiimono dibadan Monica, sekarang Monica berdirii mematung, telanjang bulat disudut ruangan, ia terkesiima sewaktu Arif dgn beranii menelanjangiinya.

Monica memejamkan matanya sewaktu wajah Arif mendekatii wajahnya dan

“Mmmmhhh Mhhhhh…….” biibiir mungiil Monica tersumpal berkalii-kalii oleh biibiir Arif yg semakiin raqus, mengecup-ngecup biibiir Monica. Monica mengalungkan kedua tangannya keleher Arif.

Arif menariik badan Monica kekasur, didudukkannya badan mungiil Monica dipiinggiiran kasur, Tangan Arif bergerak melepaskan pakaiannya.

“Wuaaaahhhhh..?! apaan tuhh… mampus aqu..!!”jeriit Monica dalem Hatii, Monica melotot tercekat meliihat kemaluan Arif.

Sebuah kemaluan Hiitam besar dihiasii urat-urat bertonjolan, , yg membuat Monica meriinding ngerii ,Bulataan dan panjangnya gagang kemaluan Arif lebiih gemuk besar dan panjang darii Triimiin Anwar, besar kepala kemaluan Arif hampiir miiriip sepertii bola kastii, belum lagii gagang kemaluannya yg panjang dan tampak kokoh, esexeseks.com Monica mendadak teriingat siitus-siitus iinterracial yg seriing dibukanya di iinternet,  Arif tersenyum , lelakii berdarah IIrian – arab iitu sekarang bersujud dihadapan Monica, Monica meriinding memandangii Pemukul kastii diselangkangan Arif. Mata Arif melotot meliihat buah dada Monica, bulatan buah dada yg iindah dihiasii oleh ujung pentil susu berwarna merah jambu. Tangan Arif meremas-remas buah piinggul Monica, Tangannya mengelus-ngelus paha Monica yg halus mulus. Mulut Arif mulaii mendekatii ujung pentil Susu Monica, liidahnya terjulur keluar.

“IIhhhhhh…. “ Monica kegelian sewaktu liidah Arif dgn begiitu ahlii mengeliitiikii puttiing susunya, Monica mendorong kepala Arif.

“Ahh Manggg Arif….” Monica meriintiih liiriih sewaktu Arif menggusur badan mungiilnya sembari menekan Bahu wanita iitu agar tiidur terlentang diatas kasur.

Arif berbariing disiisii kanan Monica, biibiirnya mengecup-ngecup sekiitar leher dan buah dada Monica. Riintiihan-riintiihan liiriih terdengar darii biibiir mungiil Monica bagaiikan sedang menyanyiikan sebuah lagu yg enak terdengar.

Sekarang Arif mulaii meneduhii badan Monica, badan mungiil Monica tertutup oleh badan Arif yg gemuk dan besar diatasnya. Arif menatap wajah Monica, Arif tersenyum meresapii kecantiikan Monica, Tangannya membelaii-belaii kepala Monica dan mengusap-ngusap piipii Monica. Arif semakiin mendekatkan wajahnya ke wajah Monica.

“Hmmmm Mmmmmmhhh” Arif dgn raqusnya mengulum dan mengemut-ngemut biibiir Monica, untuk beberapa saat Monica masiih diam dan pasrah.

Jantung Arif berdetak-detak kencang sewaktu Monica mulaii beranii membalas kulumannya, biibiir mereka bertaut dgn rapat, suara berkeciipak terdengar berkalii-kalii

“ckk Ckkk.. Ckkkk MMm Ckkkkkkk”

Tangan Arif menyiibakkan kedua paha Monica agar wanita iitu mengangkang, dgn ragu-ragu Monica berusaha mengangkangkan kedua kakiinya lebar-lebar. Badan Arif terus berkutat berusaha mencelupkan kepala kemaluannya yg terlalu besar bagii lobang Kemaluan Monica yg sempiit dan seret, sampe akhiirnya

“Ha akkhhh Ufffhhhh….” Monica menahan piinggul Arif sewaktu merasakan sesuatu yg besar menekan memaksa hendak melesat memasukii lobang Kemaluannya, tangan mungiil Monica berusaha mendorong badan “Arif Sii Goriila berwajah buruk”

“Akknnnnnhhhh.. Ohhhhh besar amat MM MAnggg MmMMMMMHHH”

“AAAAAA jangan dipaksa manggg , Nggakk… NGGAKKKK MUATTT.. C..BU…TTTT !! CABUTTT mangggg !!!Aduhhhhhh Ngiilu HaaaUHHHHHHH !!  WHOAWWW!!! “

Monica enggak sanggup menahan kepala kemaluan Arif, yg seakan-akan hendak membelah diriinya.

“WHAAWWWHH” Satu teriakan Panjang Monica kembalii terdengar sewaktu Arif dgn paksa menjejalkan kepala kemaluannya kelobang kemaluan wanita iitu, kepala Monica terkulaii kesebelah kiirii, nafasnya yg terengah-engah membuat buah dadanya bergerak dalem iirama yg membangkiitkan biirahii Arif. Arif tersenyum, usahanya membuahkan hasiil, kepala kemaluannya sekarang tenggelam kedalem biibiir kemaluan wanita iitu yg mungiil, Jantung Arif berdetak kencang merasakan Hiimpiitan biibiir kemaluan Monica dileher kemaluannya. Badan Monica sampe melentiing-lentiing dibawah tiindihan badan Arif, erangan demii erangan terdengar darii biibiir mungiil Monica, sewaktu Arif kembalii menjejal-jejalkan kemaluannya, Monica tambah menggeliat-geliat enggak karuan.

Riintiihan-riintiihan keras diiiriingii jeriitan keciil Monica terdengar sampe keluar kamar. Wajah Monica tampak semakiin cantiik dan sensual, biibiirnya yg mungiil sedikiit terbuka sewaktu Arif berusaha menjebloskan Gagang kemaluannya semakiin dalem. Arif bertambah nafsu, beberapa kalii badan bagian bawahnya berkutat dgn kuat, sehiingga gagang kemaluannya terbenam semakiin dalem. Wajah Monica bersemu merah, berkalii-kalii Monica meriingiis sewaktu Arif menusukkan kemaluannya kuat-kuat. Arif tersenyum, merasakan kemaluannya sekarang terbenam sampe mentok kedalem Kemaluan Monica, denyutan-denyutan kuat serasa meremas-remas Gagang kemaluannya.

“Ahhhh…aahh!” Monica menggeleng-gelengkan kepalanya sewaktu Arif mulaii memacu kemaluannya dgn kuat dan kencang, maju mundur, menggasak lobang kemaluan wanita iitu.

Kedua tangan Monica terentang kesampiing meremas – remas sepreii, sekalii lagii jeriitan panjang Monica terdengar keras disertaii rengekan-rengekan yg terdengar menggaiirahkan diteliinga Arif.

“Aaaa. Owww… Crrrrrr Crrrrrrrrrr…Henngkkk… Ahhhhhh” Badan Monica melentiing kemudian menggelepar-gelepar, Arif tersenyum merasakan caiiran-caiiran Hangat mengguyur kemaluannya, sembari tersenyum Arif menusukkan gagang kemaluannya dalem-dalem, seakan akan iingiin semakiin menenggelamkan Monica kedalem lautan biirahii. Untuk beberapa saat Arif membiarkan Monica meresapii keniikmatan yg baru diraiihnya. Tangan Arif mencengkram buah bokong Monica. Tanpa melepaskan badan Monica, Arif merubah posiisii, Arif duduk mengangkang sedangkan Monica mendudukii kemaluan Arif, Monica mengalungkan kedua tangannya keleher Arif, sesekalii nafasnya tertahan merasakan gagang kemaluan Arif semakiin dalem merojok lobang kemaluannya. Arif menciiumii leher Monica dgn lembut, dijiilatiinya leher jenjang wanita iitu. Berkalii-kalii tangan Arif meremas buah bokong Monica yg bulat dan padat. Pada Saat nafsu Arif sedang memuncak ditiingkat yg paliing tiinggii tiiba-tiiba…

“Bposisikk… Wadowwww….” Arif kesakiitan sewaktu Monica mendadak menjiitak jiidatnya, hatii Monica masiih kesal sewaktu Arif memaksa memasukkan kemaluannya yg besar dan panjang , akan tetapi Arif malah tersenyum-senyum cengengesan kedua matanya sengaja dijuliingkan menggoda Monica.Gelora Biirahii

“He he he…he… “ Entah kenapa Monica enggak sanggup menahan tawanya , sewaktu Arif yg cengengesan menjuliingkan mata sembari mengusap-ngusap benjolan sebesar telur angsa dijiidatnya , merasa diberii angiin, ciiuman-ciiuman Arif yg kasar kembalii mendarat dipiipii, biibiir dan dileher Monica. Sedikiit demii sedikiit Monica mulaii terbiasa meneriima kehadiran kemaluan Arif yg besar dilobang kemaluannya yg mungiil dan seret, liidah Monica terjulur keluar akan tetapi sewaktu Arif hendak menghiisap liidah yg terjulur iitu, Monica menariik mundur kepalanya, Monica menciibiirkan biibiirnya, kemudian Monica mengusap keriingat didahiinya, keriingat bercucuran dibadannya yg mungiil. Dgn gemas Arif menyergap dan mengulum biibiir Monica sekarang terjadilah perang liidah yg sesungguhnya, liidah Ronii dan liidah Monica saliing terjulur dan saliing mengaiit, Arif tampak asiik menghiisapii liidah Monica.

“Ckkk CKkkkkk CCkkk” suara iitu terdengar semakiin keras, seiiriing semakiin serunya pertarungan liidah Arif dan Monica. Sekarang piinggul Monica mulaii bergerak naiik turun diatas badan Arif, kedua tangan Arif membantu menaiik turunkan piinggul Monica, Arif terbuaii oleh liiukan-liiukan badan Monica yg begiitu mempesona, iindah, gemulaii, bahkan kadang-kadang berubah liar dan biinal. Entah berapa lama terjadi pertarungan antara wanita mungiil melawan Arif yg gemuk dan besar didalem kamar iitu, yg pastii Monica kembalii mengejang , Monica mengiigiil  sewaktu merasakan sebuah ledakan keniikmatan tiiba-tiiba disusul oleh ledakan keniikmatan yg datang bertubii-tubii.

Arif merem melek keenakan, terlalu enak malah…..sewaktu kemaluan Monica meremas-remas dgn kuat gagang kemaluannnya. Monica memandangii Arif, matanya tampak sayu , wanita iitu memejamkan matanya sewaktu Arif mengecup keniingnya dgn lembut. Berkalii-kalii Arif mengantarkan Monica ke gerbang keniikmatan , wanita iitu kembalii terkulaii lemas, badannya mengiigiil sewaktu merasakan Caiiran keniikmatan iitu mendadak muncrat tanpa dapat ditahan, tenaganya seakan-akan dikuras sesudah, Arif meleletkan liidahnya sewaktu merasakan caiiran hangat iitu kembalii mengguyur kemaluannya, kemaluan Monica seakan-akan sedang meremas-remas kemaluan Arif dgn kuat. Sesudah berusaha menguasaii dirii kerana remasan-remasan kemaluan Monica, Arif mencabut kemaluannya darii lobang kemaluan wanita iitu. Monica memandangii Arif dgn tatapan mata penuh seliidik, sepertiinya Arif belum terpuaskan, kemaluannya masiih berdirii dgn gagah.

“Luar biasa…. Cantiikk… mulussss…. Dannn ahhhhh ck ck ck…” Arif dgn leluasa meniikmatii kecantiikan dan lekuk liiku badan Monica yg terlentang pasrah,Arif menelan ludah menatap selangkangan Monica, lobang kemaluan Monica sedikit memar kemerahan.

Arif duduk mengangkang, ditekannya kepala Monica keselangkangannya. Mulut Monica mencoba menelan kepala kemaluan Arif, biibiirnya yg mungiil tampak kesuliitan sewaktu hendak memasukkan kepala kemaluan Arif, mata Arif terpejam-pejam merasakan emutan-emutan Monica yg memuaskan, Tangan Arif dgn lembut membelaii-belaii kepala  siiWanita yg sedang mengemut-ngemut kepala kemaluannya, Monica mengecup-ngecup Gagang kemaluan Arif, liidah wanita iitu terjulur keluar dan mengulas-ngulas buah peliir Arif

Arif mengambiil Baby Oiil dan melumasii gagang kemaluannya sehiingga benda iitu sekarang terliihat liiciin dan mengkiilat. Arif membaliikkan badan Monica, dibelaii-belaiinya punggung Monica kemudian badan Arif mulaii meniindih badan Monica, sembari menggesek-gesekkan gagang kemaluannya ke sela-sela bokong Monica yg terasa halus dan lembut,

“Heeehhh.. Nggghhhhhhhhhh…..” Monica mengeliat, ia berusaha menahan beban badan Arif,sewaktu badan Arif yg berbulu lebat meniimpa badan mungiil Monica, Monica merasakan badannya sepertii melesak kedalem kasur empuk iitu,  kedua Tangan Arif menyeliinap darii belakang meremas – remas kedua buah dada Monica.

Monica merengek manja sewaktu Arif mengiigiit-giigiit lembut lehernya, diciiumiinya daerah dibelakang teliinga Monica sembari berbiisiik lembut

“Monica…kamu mulus, cantiik sekalii..he he he”

Ciiuman-ciiuman dan jiilatan-jiilatan Arif yg liar mulaii menjelajahii, punggung Monica, perlahan-lahan ciiumannya semakiin turun, diendus-endusnya belahan bokong Monica dan dgn kasar dijiilatiinya sela-sela bokong diantara dua buah bokong Monica yg empuk dan bulat. Arif mengambiil posiisii mengangkangii buah bokong Monica yg halus, kepala kemaluannya yg sudah dilumasii baby oiil dijejal-jejalkan kesela-sela bokong Monica, ditekannya kuat-kuat gagang kemaluannya berusaha menjebol lobang anus Monica, berkalii-kalii Arif terus menyentak-nyentakkan kemaluannya kuat – kuat sampe suatu sewaktu..

“Hegggkkkkkk…….?!” Nafas Monica tertahan, matanya melotot kemudian terpejam sewaktu merasakan hantaman kuat dilobang anusnya, kepala kemaluan Arif mejebol lobang anusnya dgn kasar.

“Emmmhhh Hkkk Hkkkkkk… Awwwww” Monica teriisak-iisak, badannya menggeliat-geliat enggak karuan , Monica merasakan lobang anusnya semakiin melar dan melebar, ada rasa periih kerana gesekan gagang kemaluan Arif yg semakiin dalem memasukii diriinya.

Arif tersenyum , diusap-usapnya buah bokong Monica yg kenyal dan lembut, sembari memegangii piinggul Monica, Arif semakiin mendesakkan gagang kemaluannya sedalem-dalemnya kedalem lobang anus wanita iitu.

“Shhhh Owwww Oww…aduhhh perriih mangg, ngiiluuu… Hkk Khhhh” Monica merasakan liinu pada lobang anusnya, iisak tangiisnya semakiin keras terdengar, Arif mengusap-ngusap Monica membujuk supaya Monica enggak menangiis.

“Sudahhh manggg dicabutt aja…sakiitt aduhh Ahhh Awwww….”Monica berusaha menelepaskan diriinya darii tiindihan Arif

Arif menekan punggung Monica kuat-kuat, tangan Kanannya mencengkram piinggul Monica kuat-kuat, Sesudah beberapa lama berusaha melepaskan dirii Monica akhiirnya menyerah, ia kecapaian ,benar-benar suliit melepaskan dirii darii cengkraman Arif yg kuat dgn segudang tenaga yg enggak pernah sesudah meniikmatii badan mungiilnya. Tangan Arif membelaii-belaii kepala Monica, ia tersenyum, Monica sekarang menyerah total pada kekuasaannya. Tangan Arif kembalii menyeliinap darii belakang, memeliintiir-meliintiir puttiing Susu Monica, diremas-remasnya dgn lembut buah dada Monica.

Perlahan-lahan Arif mendaratkan badannya meniindih Badan Monica yg mulus , Seiiriing dgn semakiin tenggelamnya gagang kemaluan Arif kedalem Anus Monica, Badan Arif semakiin rapat meneduhii  badan mulus wanita iitu dan akhiirnya badan Arif dgn sempurna meniindih badan mungiil dibawahnya yg terengah-engah menahan kemaluan Arif yg mengaiit lobang anusnya dgn sempurna darii belakang belum Lagii menahan berat badan Arif yg dgn asiik terus menekan-nekan badan mungiil dibawahnya.

Arif mulaii menariik gagang kemaluannya kemudian dgn kasar disentakkannya kembalii memasukii lobang anus Monica, wanita iitu berkalii-kalii meriingiis merasakan kemaluan Arif memaksa memasukii diriinya. Badan Monica terasa halus sewaktu bergesekan dgn badan Arif yg berbulu lebat, Arif semakiin seriing menggesek-gesekkan badannya merasakan kemulusan badan Monica. Badan wanita iitu terliihat tertekan-tekan dgn kuat dibawah tiindihan badan Arif yg besarnya sangat enggak seiimbang dgn badan mungiil Monica yg halus mulus, Arif menggeram dan kemudian

“ARggghh…uuuhh keluar niih!!” Arif meraung, kedua tangannya membeliit badan Monica seakan-akan hendak meluluh – lantakkan badan mungiil wanita iitu.

Sesudah beberapa saat barulah Arif mencabut kemaluannya darii lobang anus Monica

“Plopppp…..” bunyii keras iitu terdengar nyariing sewaktu Arif membetot ujung kemaluannya keluar darii lobang anus Monica. Arif tersenyum puas sembari memandangii Monica, wanita iitu membaliikkan badannya,dgn terengah-engah ia menyeka keriingat yg mengucur dgn deras dikeniingnya, sementara Tangan kiiriinya bergerak menyiilang meliindungii buah dadanya darii Tatapan Arif, kedua kakiinya yg mulus merapat, tangan kanannya yg mungiil menutupii wiilayah selangkangannya darii tatapan Arif. Arif mengecup keniing Monica dgn lembut, tangannya masiih belum puas merayapii lekuk liiku badan Monica, berkalii-kalii tangan Arif meremas-remas lembut buah dada Monica. Sementara mata Monica terasa semakiin berat, rasa lelah bercampur dgn rasa mengantuk membuat mata siipiitnya terpejam rapat. Walaupun Monica sudah tertiidur pulas Arif tetap asiik merayapii badan mulus Monica.

************************

Keesokan pagiinya

Aqu membuka piintu kamar dan melangkah menuju dapur, wah kayanya Arif lagii masak deh.

“Eeehhh yg iitu buat Monica….” Arif menyelamatkan potongan dagiing yg paliing besar.

“Giimana kemaren malem “Aqu menggoda Arif

“He he he” Arif cengengesan sembari menggaruk-garuk kepala.

Enggak berapa lama terdengar suara kamar terbuka, darii dalemnya muncul Monica, wajahnya menatap Arif kemudian tertunduk malu, jalannya terliihat sedikit aneh , sedikiit mengangkang.

“Rif apa lu yakiin, semalam Nggak ada yg ketiinggalan waktu lu entotan sama Monica ?”Aqu bertanya sembari tersenyum – senyum memandangii Monica yg masuk ke kamar Vina.

“Haahh…!!! apanya yg ketiinggalan ?” Arif bengong menatapku.

“Tuh.. !!!!  uler diselangkangan lu !!!, abiis jalan Monica sampe ngangkang giitu  Hua ha ha ha ha ha ha” Aqu tertawa Nggakak, jarii telunjukku menunjuk sesuatu diselangkangan Arif.

“Geloo siahhhhh….!!! HaHaHa…iitu siih gara-gara gua giiniiiin kemaren” Arif menyeliipkan jempolnya diatara jarii telunjuk dan jarii tengah.

“Makanya lu pangkas dulu tuh iisii kolor.. biar Nggak terlalu gede !! he he he” Aqu tertawa terpiingkal-piingkal.Gelora Biirahii

“Yeee, emangnya lu piikiir taneman apa ? ha ha ha.. uhuk uhukk” Arif tertawa Nggakak sampe terbatuk-batuk.

“Triimiin bagemana dgn sii kunyuk Parto..?” tanya Arif dgn wajah seriius.

“Dia bagianku Rif… dialah awal darii segalanya, gara-gara Parto mereka bertiiga hampiir kehiilangan nyawa” aqu menjawab dgn nada dingiin.

Arif enggak beranii banyak tanya lagii meliihat ekspresii Triimiin yg dingiin. Sudah dua miinggu wajah Parto enggak keliihatan disekolahan eliite iitu, enggak ada seorangpun yg tahu dimana Parto berada sekarang. Pada saat jam iistiirahat Monica, Nia dan Vina berkumpul disebuah sudut sekolahan iitu, dgn gugup Nia menunjukkan selembar surat pada kawan  kawannya. Mereka bertiiga membaca iisii surat iitu dgn cemas….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme