Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Menikmati Tubuh Istri Temanku

Menikmati Tubuh Istri Temanku

Menikmati Tubuh Istri Temanku

CERITADEWASAINDONESIA – Benny namaku berpostur tinggi dengan berat yang ideal serta penampilan dan wajah keren kalau kata teman-temanku, saat ini aku berusia 24 tahun, kelahiran Bandung. Terus terang aku termasuk lelaki yang mempunyai libido seks tinggi dan butuh variasi yang bermacam-macam dalam melakukan hubungan seks.

Saat ini aku sudah bekerja dan mempunyai posisi yang cukup bagus. Serta sudah mempunyai seorang istri yang cantik dan berkulit putih mulus dengan postur tubuh yang menarik serta selalu merangsang nafsuku. Cerita yang akan kutampilkan ini adalah pengalamanku beberapa waktu lalu. Saat itu aku mendapat undangan dari seorang teman lamaku yang bernama Anton. Anton adalah temanku semasa kuliah dulu di kota Surabaya.

Sejak lulus dari kuliah kami tidak pernah bertemu, tetapi komunikasi melalui telepon tetap berjalan lancar. Saat ini dia juga sudah menikah, dan aku belum mengenal istrinya. Dia juga saat ini sudah berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, sedangkan aku berkerja di Jakarta sampai sekarang.

Pada saat menghubungiku, Anton mengatakan bahwa dia akan berada di Jakarta selama satu minggu lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yang telah disediakan oleh perusahaannya. Dia juga datang bersama istrinya dan saat ini mereka juga belum mempunyai anak seperti aku dan istriku,

Menikmati Tubuh Istri Temanku

maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih fokus ke karir kami, baik istriku ataupun istri Anton hanya ibu rumah tangga saja, sebab kami pikir kondisi itu lebih aman untuk mempertahankan sebuah rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya menurut kami tidaklah aman bagi istri-istri kami

Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Anton dan istrinya.

“Hai… Anton gimana kabar kamu, sudah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi,” kataku.

“Hai Van, nggak ngira gua kalau bakalan bisa ketemu lagi sama kamu, hai Lusi… apa kabar, ini Vita istriku, Vita ini Benny dan Lusi…” kata Anton balik memperkenalkan istrinya dan mengajak kami masuk.

Kemudian kami ngobrol bersama sambil menikmati makanan yang telah disiapkan oleh Anton dan Vita. Kulihat Lusi dan Vita cepat akrab walaupun mereka baru ketemu, begitu juga dengan aku dan Anton. Ketika Vita dan Lusi asyik ngobrol macam-macam, Anton menarikku ke arah balkon yang ada dan segera menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.

“Eh.. Van gua punya ide, mudah-mudahan aja elo setuju… karena ini pasti sesuai dengan kenakalan kita dulu… gimana…” kata Anton.

“Mengenai apa…” kataku.
“Tapi elo jangan marah ya… kalau nggak setuju…” kata Anton lagi.
“Oke gua janji…” kataku.

“Begini… gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana kalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan berbagai variasi tentunya, elo boleh pakai istri gua dan gua juga boleh pake istri kamu, gimana…” ucap Anton.

“Ah.. gila kamu…” kataku spontan.

Tetapi aku terdiam sejenak dan berpikir sambil memandangi Lusi dan Vita yang sedang asyik ngobrol. Kulihat Vita sangat cantik tidak kalah cantiknya dengan Lusi, dan aku yakin bahwa sebagai laki-laki aku sangat tertarik untuk menikmati tubuh seorang wanita seperti Lusi maupun Vita yang tidak kalah dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.

“Gimana Van… kan kita akan sama-sama menikmatinya, tidak ada untung rugilah…” kata Anton meminta keputusanku lagi.

“Tapi gimana caranya… mereka pasti marah… kalau kita beritahu…” aku balik bertanya.
“Tenang aja, gua punya caranya kalau elo setuju…” kata Anton lagi.

“Gua punya Pil perangsang… lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu.. tentunya dengan dosis yang lebih banyak, agar mereka cepat terangsang, dan kita mulai bereaksi.”

“Oke… gua setuju..” kataku.

Dan kami pun mulai melaksanakan rencana kami tersebut.

Anton mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil perangsang ke dalam dua buah gelas yang sudah diisi soft drink yang akan kami berikan kepada Lusi dan Vita. “Aduh.. asyik amat… apa sich yang diobrolin.. nich.. minumnya kita tambah…” kata Anton sembari memberikan gelas yang satu ke Vita,

sedangkan aku memberikan yang satu lagi ke Lusi, karena kebetulan minuman milik mereka yang sebelumnya kelihatan sudah habis. Kemudian Lusi dan Vita langsung menenggak minuman yang kami berikan beberapa kali. Aku duduk di samping Lusi dan Anton duduk di dekat Vita, kami pun ikutan ngobrol bersama mereka.

Beberapa waktu kemudian, baik aku maupun Anton mulai melihat Lusi dan Vita mulai sedikit berkeringat dan gelisah sambil merubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut mulai bereaksi, pikirku. Kemudian Anton berinisiatif mulai memeluk Vita istrinya dari samping, begitu juga aku, dengan sedikit meniupkan desah nafasku ke tengkuk Lusi istriku.

“Sar… aku sayang kamu…” kata Anton.

Kulihat tangannya mulai meraba paha Vita, istrinya.

“Eh Anton… apaan.. sich kamu… kan malu… akh.. ah…” kudengar suara Vita halus.
“Nggak pa-pa.. ah… ah… kamu sayangku… ah…” desah Anton meneruskan serangannya ke Vita.

Melihat kondisi itu, Lusi agak bingung… tapi aku tahu kalau dia pun mulai terangsang dan tak kuasa menahan gejolak nafsunya.

“Lus… aku cinta kamu.. ukh… ulp… ah…”

Aku pun mulai memeluk Lusi istriku dan langsung mencium bibirnya dengan nikmat, dan kurasa Lusi pun menikmatinya. Aku pun mulai memeluk tubuh istriku dari depan, dan tanganku pun mulai meraba bagian pahanya sama seperti yang dilakukan oleh Anton.

“Lus… akh… ak… kamu… sangat cantik sayang…” kataku.

“Akh.. Van… ah… ah…” desah istriku panjang, karena tanganku mulai menyentuh bagian depan kemaluannya, dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, setelah terlebih dahulu menyibakkan CD-nya secara perlahan.

Kulihat Anton sudah membuka bajunya dan mulai perlahan membuka kancing baju Vita istrinya, yang kelihatan sudah pasrah dan sangat terangsang. Cerita tukar pasangan.

“Ah.. Anton… ah… ah… ah…” desah Vita kudengar. Dan Anton sudah berhasil membuka seluruh pakaian Vita, dan kulihat betapa mulusnya kulit Vita yang saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu pun sudah berhasil ditarik oleh Anton.

Tinggallah tubuh bugil Vita di atas sofa yang kami gunakan bersama itu dengan kelakuan Anton pada dirinya. Kulihat Anton pun sudah membuka semua pakaiannya dan sekarang tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh Vita maupun Anton yang saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku.

“Ah… ulp… ulp… ulp.. ah.. sst.. sst…

” kulihat Vita menjilat dan menghisap kemaluan Anton yang putih kemerahan dengan nikmatnya.

“ukh…ukh..ohh….ukh…” erang Anton menikmati permainan Vita.

Aku pun sekarang sudah berhasil membuka semua pakaian Lusi istriku, kulanjutkan dengan meremas buah dadanya yang kenyal itu dan kulanjutkan dengan mengisap kedua puting susunya perlahan dan berulang-ulang. “Ah… ah… ah… Van… terus… ah.. ah..” desah Lusi keenakan.

Tangan Lusi pun mulai membuka celanaku dengan tergesa-gesa karena hanya celanaku yang belum kubuka dan kelihatannya Lusi sudah mulai tidak sabaran. “Akh… akh… ukh… oh…” ketika celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Lusi segera memegang kemaluanku dan menjilatinya seperti apa yang dilakukan oleh Vita.

Aku kemudian segera mengatur permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kaki istriku dan mulai menjilati klitorisnya dan semua bagian luar kemaluannya,

“Aah… oh.. terus.. terus Van… enak… akh… akh…” desah Lusi.
“Ulp.. ulp.. sst… sst… ah… uhm.. uhm… uhm…”

Aku terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir kemaluan dan klitorisnya merekah merah merangsang serta kelihatan basah oleh jilatanku dan air kenikmatan milikya yang tentunya terus mengalir dari dalam kemaluannya. Cerita tukar pasangan.

“Ah… terus.. ah… ah… terus Van.. enak… akh… akh… ukh…” rintih Lusi.

Yang membuka lebar kedua kakinya serta meremas buah dadanya sendiri dengan penuh kenikmatan. Perlahan kulihat Anton menggendong Vita istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di sofa panjang yang kami pakai bersama ini, kemudian Anton mulai memasukkan kedua jari tangannya ke lubang kemaluan milik Vita dan mengocoknya pelan serta menariknya keluar masuk.

“Akh… Anton… ahk… kamu.. gila Anton… akh.. terus… terus Anton… ahh…” rintih Vita terdengar.
“Ukh… ah… ulp… akh… akh… akh.. oh… oh… oh…”

Suara dan desahan dari istriku dan Vita secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut meraba kemaluan Vita yang berada di sebelah istriku. Dan aku pun ikutan memasukkan kedua buah jariku ke kemaluan Vita tersebut.

Dan Anton pun membiarkan semua itu kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang kemaluan Vita, tangan kiri Anton pun mulai ikut meraba kemaluan istriku yang saat ini tanpa rambut, karena habis kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Vita maupun istriku membuka dan menutup matanya menikmati permainan yang aku dan Anton lakukan.

Perlahan aku mulai meraba buah dada Vita dengan tangan kananku dan meremasnya pelan, kurasakan buah dada milik Vita lebih kenyal dibanding milik istriku, tetapi buah dada istriku lebih besar dan menantang untuk dihisap dan dipermainkan. Cerita tukar pasangan.

Kemudian aku mulai berdiri dan mengarahkan kemaluanku yang berukuran panjang 16 cm serta diameter 4 cm itu ke arah mulut istriku, dan tangan kananku terus meremas buah dada milik Vita. Istriku dan Vita pun membiarkan semuanya ini terus berlanjut. Dan kulihat Anton tetap memasukkan dan mengocok kedua lubang kemaluan yang di depannya dengan kedua buah tangannya dengan sekali-kali meremas buah dada milik istriku maupun Vita, istrinya.

Kemudian Anton mulai berdiri dan mengarahkan kemaluannya ke lubang kemaluan Vita yang sudah sangat basah, “Ah… Anton… terus… masukkan… terus Anton semuanya…” kata Vita. Melihat itu aku pun mulai mengarahkan batang kemaluanku ke lubang kemaluan istriku.

“Akh… ukh.. ah… oh… ah… oh…” erang istriku keenakan.

Saat ini baik posisiku dan Anton maupun Lusi dan Vita berada pada posisi yang sama. Aku dan Anton terus menarik turunkan kemaluan kami di lubang kemaluan milik Vita dan Lusi. Begitu juga dengan Vita dan Lusi membuka lebar kakinya dan memeluk pinggangku maupun Anton seolah-olah mereka takut kehilangan kami berdua. Cerita tukar pasangan.

Selang beberapa saat kemudian Anton menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan batang kemaluannya yang berukuran panjang 17 cm tetapi diameternya mungkin 3 cm dan kelihatan begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding kemaluan Anton yang terus menuju ke lubang kemaluan milik istriku.

Kulihat istriku cukup kaget tetapi hanya pasrah dan terus menikmati kemaluan milik Anton yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Aku pun mulai juga mengarahkan kemaluanku ke lubang kemaluan milik Vita, perlahan kurasakan lubang kemaluan Vita masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku yang kutekan perlahan.

“Akh… akh… Sar… memekmu begitu padat.. dan enak… akh…” kataku.
“Terus… Van.. Terus.. punyamu begitu besar… terus Van… enak… akh…” rintih Vita.
“Van.. terus… beri aku kenikmatan.. akh… akh… terus Van… enak… lebih dalam Van… akh..”

“Lus… punyamu begitu enak… sangat… rapat dan menjepit kontolku.. akh…” desah Anton kepada istriku.

“Ehm… ehm… ukh… ukh… lebih dalam Anton… lebih dalam… teruskan Anton… teruskan… kontolmu… sangat panjang… akh.. dan menyentuh… dinding.. rahimku.. akh… akh… enak… Anton..” desah istriku lirih.

Kemudian aku terus meremas dan menjilat puting susu milik Vita dan sekali-kali kugigit pelan putingnya dan Vita terus menikmatinya, sementara kemaluanku terus naik-turun mengocok lubang kemaluan Vita yang terasa padat dan kenyal serta semakin basah tersebut.

Terasa batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang sangat sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yang berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kemaluanku yang semakin keras dan menantang lubang kemaluan Vita yang kubuat basah sekali,

dan Vita pun terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoyangkannya saat menerima hujaman batang kemaluanku yang saat masuk hanya menyisakan dua buah biji kemaluan yang menggantung dan terhempas di luar kemaluan Vita tersebut. Cerita tukar pasangan.

“Akh… Sar… enak.. sekali.. punyamu… akh.. akh..” desahku.

“Oh Van… aku sangat… suka… milikmu ini… Van yang besar dan keras ini… akh… ogh… ogh… terus Van… ah…”

Kulihat Anton membalikkan tubuh istriku dan memasukan kemaluannya yang panjang putih kemerahan tersebut dari belakang,

“Akh… akh… akh… Anton… terus.. lebih dalam Anton… akh.. enak… Anton…” rintih istriku, yang kulihat buah dadanya menggantung bergoyang mengikuti dorongan dari kemaluan Anton yang terus keluar masuk, dan kemudian tangan Anton meremas buah dada tersebut serta menariknya.

“Akh… Anton.. akh… ogh… ogh… ahh…” jerit nikmat istriku menikmati permainan Anton dari belakang tersebut.

“Ogh.. Lus… buah dadamu begitu besar… dan… enak… ukh… ehm… ehmmm…” sahut Anton penuh kenikmatan.

Vita mencoba merubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yang duduk dengan kaki yang lurus ke depan, sedangkan Vita memasukkan dan menekan kemaluannya dari atas ke arah kemaluanku. Cerita tukar pasangan.

“Blees…”

“Aakh… enak… akh… Van punyamu begitu besar… akhg…” desah Vita yang terus menaik-turunkan tubuhnya dan sesekali menekan dan memutar pinggulnya menikmati kemaluanku yang terasa nikmat dan ngilu tetapi enak.

“Oh… Sar.. terus… ah… ah…” desahku.
“Oh Van… oh.. oh… oh… Van… aku hampir keluar Van… aogh… ogh…” jerit Vita.

“Okh.. Van… okh… aku ke… luar… okh.. okh…” tubuh Vita mengejang bagaikan kuda dan kurasakan kemaluanku pun bergetar mengimbangi orgasme yang dicapai Vita.

“Oh… ukh… okh.. Sar aku juga keluar.. okh… okh…”

Kami pun berpelukan dan mengejang bergetar bersama serasa berada di awan, menikmati saat klimaks kami tersebut selama beberapa saat hingga kemudian kami berdua merasa lemas, dan tetap berpelukan dengan posisi Vita di atas, seolah kami sangat takut kehilangan satu sama lain sambil memandangi permainan Anton dan istriku di sebelah kami.

Kulihat Lusi istriku sangat menikmati permainan ini dengan posisi bagaikan ****** atau kuda yang sedang kawin, buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh Anton maupun istriku berkilap dikarenakan keringat yang mengalir pelan karena permainan seks mereka ini, kulit Anton yang putih mulus karena dia berdarah Manado ini kelihatan bersinar begitu juga istriku begitu menikmati panjangnya kemaluan Anton.

Tangan istriku meremas sandaran sofa dan berteriak lirih, “Ah… ah… ah… uh… uh… uh.. Anton tekan terus Anton dengan keras… ah.. ah..” kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir puting susunya sendiri serta sekali-kali meremas keras buah dadanya tersebut seolah takut kehilangan kenikmatan permainan mereka tersebut.

Aku kemudian mendorong kepalanya dan sebagian tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku, kemudian berinisiatif untuk ikut meremas buah dadanya dan mengisap puting susunya, “Akh… Van… akh… enak.. ogh… ogh… ogh… terus Van…” rintih istriku, terasa olehku kemudian Vita menjilati dan menghisap batang kemaluanku yang mulai mengeras kembali. Cerita tukar pasangan.

“Ogh… ogh… ogh… Van… ogh… ogh… Anton… kontolmu sangat panjang dan membuatku sangat… puas Anton… akh… terus… akh…” kata Lusi.

“Ulp.. ulp… ulp.. ulp… ulp..” jilatan Vita di kemaluanku yang mengeras.
“Okh… Anton… aku.. hampir.. ke.. ke.. luar… Anton… terus” desah istriku.

Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Anton juga mengejang.

“Akh… akh.. akh… akh.. Lus.. aku juga keluar… akh… akh…” jerit Anton kuat, kemudian tubuhnya mengejang dan bergetar hebat.

“Ogh… ogh… ogh… ogh…” istriku pun mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat. Beberapa saat.

Aku pun kembali merasakan kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan… “Akh… akh… akh… akh…” kemaluanku pun memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah Vita dan sebagian lagi meloncat hingga ke tubuh istriku dan aku pun kembali mengejang kenikmatan dan kulihat Vita terus menjilati kemaluanku yang besar tersebut dan membersihkannya dengan lidahnya. Cerita tukar pasangan.

Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi harinya, dalam kondisi tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhku, istriku, Anton dan Vita istrinya. Permainan ini kembali kami ulangi pagi harinya.

Dan kembali kami ulangi bersama dalam beberapa hari hingga saatnya Anton dan Vita harus pulang ke Surabaya, ini semua adalah awal dari permainan seks bersama kami yang hingga kini seringkali kami lakukan kembali jika aku dan istriku ke Surabaya, ataupun mereka ke Jakarta.

Bahkan kadang-kadang-kadang Vita sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku, ataupun aku atau istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari Anton atau Vita.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme