Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Kupuaskan Seny Dengan Punyaku Yang Perkasa

Bercinta tante Seny yang kukenal dari chatting online

Pada kesempatan ini kami ingin mencoba memberikan kepada anda sebuahterbaru, mungkin saja ada diantara anda yang suka membaca mengenai cerita yang berbau porno. Untuk itu kami ingin memberikan sedikit cerita ini, langsung saja kalau begitu anda lihat Bercinta Dengan Ibu Muda yang akan kami berikan dibawah ini.

Sebut saja namaku Raymond 30 tahun, 170/65 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married. Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yang minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yang penuh dengan “warna-warni” serta “pernah-pernik”nya.

Kisah ini berawal terjadi sebagai dampak seringnya aku main chatting di kantor di saat kerjaan lagi kosong. Mulai muda aku adalah termasuk seorang penggemar sex education, karena buat aku sex adalah sesuatu yang indah jika kita bisa menerjemahkannya dalam bentuk visualnya. Dan memang mulai SD, SMP sampai SMA hidup aku selalu dikelilingi cewek-cewek yang cakep karena memang aku bisa menjadi “panutan” buat mereka, itu terbukti dengan selalu terpilihnya aku menjadi ketua osis selama aku menempuh pendidikan.
Kembali pada ceritaku, dunia chatting adalah ‘accses’ untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu “kehidupan sex having fun”.

Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname yang menantang kaum hawa untuk pc aku, hingga masuklah seorang ibu muda yang berumur 32 tahun sebut saja namanya Seny. Seny yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui setelah Seny sering kirim foto Seny email aku). Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Seny sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.

Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yang janjikan. Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Seny yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Seny. Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Seny, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan 3 orang anak, Seny adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan Seny.

Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yang aku tahu dari temanku). Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Seny yang cantik sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.
Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dengan wajah Seny..

“Met kenal Raymond,” Seny membuka obrolan.
“hey Seny..,” aku jawab dengan gugup.
Aku benar-benar tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang ibu rumah tangga yang cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yang bego jika tidak bisa menyayangi wanita secantik Seny.
Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yang sudah meronta ingin unjuk gigi.

“Raymond meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Seny.
Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Seny yang terlihat sangat bersih dan putih.
“Seny kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.
“Rayyyy.. jangan please..,” desahan Seny membuat aku terangsang.
Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Seny yang jenjang.
“Akhh Raymond..”
Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Seny yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
“Ooohh.. Raymonddd..”
Seny mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang lebih jauh..
“Seny, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.
Seny hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku. Setelah jas Seny terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Seny yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Seny yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..

Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Seny untuk kemudian mulai melepas BH dan menjilati puting Seny yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Seny berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Seny yang lain nya.

“Ooohh Raymond.. kamu nakal sekali sayang..,” rintih Seny.
Dan saat aku mulai menegang..
“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan harapan supaya dia cepat pergi.
Setelah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Seny bangkit dari pinggir. Parfum Seny yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Seny. Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Seny, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian memek Seny. Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang memek Seny.

“Oohh.. Ray.. nikmat.. sayang,” Seny merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang memeknya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang memek dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Seny menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.

“Aakkhh Rayy.. kamu memang pintar sayang..,” desah Seny.
Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Seny sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..
“Rayy.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Rayy aku mau..” visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
“Rayyy.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”

Seny merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu menetes dalam mulutku.
Aku biarkan Seny terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Seny begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar. Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran 19 cm dengan bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Seny dan sontak meringis..
“Aaakhh.. Raymond..,” desah Seny saat penisku melesak kedalam lubang memeknya.
“Raymondy.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”

Cerita Dewasa Indonesia Bercinta dengan Seny

Aku merasakan setiap gapitan bibir memeknya yang begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Seny ini?
Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Seny yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.

“Danddyy.. sudah.. sayang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir memek mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari memek Seny. Aku tidak mempedulikan desahan Seny yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yang kata Seny belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Seny menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri.
Tiba-tiba Seny mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..
“Rayy.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam memeknya.

Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Seny yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.

“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding memek Seny yang mulai basah lagi.
“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang memek Seny.
“Ohh.. Raymond.. enak sekali sayang..”
1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang memek Seny. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yang sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.
Rayy..
“Ohh.. sayang aku keluar lagi..”
Orgasme yang ketiga diraih oleh Seny dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Seny, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.
“Aaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Seny. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Seny..
“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Seny.
“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Seny.
“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.
“Jangan Raymond… aku nggak mau..,” rintihan Seny membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.
“Akhh.. oohh.. Raymond.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,” Seny memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku keluar Raymond.. please,” pinta Seny.
Disaat aku mulai mencapai orgasme, Seny meminta berganti posisi diatas.
“Raymondd aku pengen diatas..”
Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Seny bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kamu hebat banget Raymond asyik.. oohh.. enak..,” Seny merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.
“Aduhh enak Raymond.. ”
Goyangan pinggul Seny membuat gelitikan halus di penisku..
“Seny.. Seny.. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Seny menggoyang pinggulnya.
“Raymond.. aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Seny menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan memeknya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan orgasme sudah diujung kepala.
“Seny.. Seny.. ahh..”
Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.
“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Seny, tetapi tiba-tiba Seny berdiri.
“Aakhh Raymond nakal..”
Dan Seny berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam memeknya, karena memang dia tidak pernah menggunakan KB.
Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
“Raymond, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayang,” tanya Seny.
Aku menjawab lirih, “Terserah Seny deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”
“Makasih sayang.. kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Seny.
“Rayy.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Seny.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme