Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Group Seks Dengan Satu Keluarga Cewek Ku

Group Seks Dengan Satu Keluarga Cewek Ku

Group Seks Dengan Satu Keluarga Cewek Ku

CERITADEWASAINDONESIA – Namaku Tobby, umur 23 tahun waktu itu.Aku baru saja berkenalan dengan seorang gadis yang berumur 23 tahun juga. Aku bekerja di perusahaan swasta di Jakarta, sedang dia bekerja di sebuah Rumah Sakit swasta. Namanya Febby.Aku baru berkenalan dengannya sekitar 2 bulan.

Waktu awal kenalan, aku tidak pernah mampir kerumahnya. Kami hanya bertemu diluar saja dan ngobrol-ngobrol saja. Tapi lantaran perasaan kami yang semakin akrab, maka suatu kali aku mampir juga kerumahnya, sekaligus berkenalan dengan keluarganya.

Febby punya seorang ibu tiri yang umurnya sekitar 38 tahun dan dua orang kakak perempuan, yang tertua namanya Christine, umurnya 28 tahun dan yang nomor dua namanya Shinta umurnya 26 tahun. Walaupun ibunya ibu tiri, tapi sangat baik. Mereka tinggal 3 orang satu rumah. Sedang kakaknya yang pertama sudah menikah, belum punya anak dan tinggal ditempat lain. Hubungan mereka sekeluarga sangat akrab. Keluarganya ramah terhadapku.

Waktu kedatanganku yang pertama aku cuma duduk bdiruang tamu.Kedatanganku yang selanjutnya aku sudah biasa aja dirumahnya. Aku sudah bisa masuk keruangan yang lainnya. Suatu kali aku masuk kekamar Febby, didalam kami ngobrol-ngobrol aja. Jarak antara kami makin dekat.

Kupegang tangannya, kemudian perlahan-lahan kudekatkan wajahku kepadanya.Kami saling berciuman.Kulumat bibirnya yang berwarna kemerah-merahan dan Febby membalas ciumanku. Cukup lama kami berciuman dan aku tidak berani menyentuh bagian yang lain. Sehabis itu kami main Play Stasion.

Minggu berikutnya aku main lagi ke rumah Febby. Waktu itu kakaknya yang no.2 yaitu Shinta ada dirumah.Dia tidak masuk kerja.Setelah basa basi dengan kakaknya aku masuk kekamar Febby.Didalam seperti biasa setelah kami ngobrol-ngobrol sedikit aku mendekati Febby. Kami kembali berciuman, aku meremas tangannya, kemudian ciumanku menyusuri lehernya yang putih bersih.

Group Seks Dengan Satu Keluarga Cewek Ku

Nafas Febby terdengar agak terengah-engah.Aku meneruskan ciumanku dengan meremas dadanya yang indah.kemudian satu persatu kancing bajunya kutanggalkan, sampai dia hanya pakai BH saja. BH nya yang berukuran 36B itupun kutanggalkan.

Payudaranya yang sekal dan indah itu pun habis kuciumi.Sementara tanganku meremas-remas dengan lembut payudaranya itu.Kemudian puting payudaranya yang berwarna agak kecoklatan kuhisap dan kujilati.Febby makin menderu nafasnya.Aku terus asyik menghisap payudaranya yang sekal itu.

Tapi secara tiba-tiba aku melirik ke pintu yang sedikit terbuka, disitu kulihat shinta berdiri termangu.Aku segera menghentikan gerakanku. Shinta kemudian masuk kekamar Febby.Tapi Febby cuek saja melihat kakaknya masuk kedalam kamarnya.Dia tidak berusaha menutupi tubuhnya.

Malah membiarkan saja tubuhnya dalam keadaan terbuka.Aku tentu saja merasa grogi.Aku takut Shinta marah kemudian melarangku main kerumahnya lagi.Tapi Shinta tidak marah malah tersenyum melihat aku yang salah tingkah.Kemudian Shinta bicara:

“Kamu mau kubuatkan teh Tobby?”
“Ya mbak, boleh ..eh..terima kasih..”jawabku agak gugup.

Dalam hati aku merasa senang karena Shinta tidak marah padaku.Kemudian aku keluar dari kamar dan Febby memakai bajunya tanpa mengenakan BH lagi.Masih kelihatan payudaranya yang montok itu dibungkus baju kaos yang tipis.Aku diruang tamu ngobrol-ngobrol saja bersama Febby dan kakaknya.Shinta sama sekali tidak menyinggung kejadian tadi, dan bicara hal-hal lain.

Minggu berikutnya aku kembali datang kerumah Febby.Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakaknya Shinta, aku kembali masuk kekamar Febby.Didalam, kami yang suka seks kembali berciuman.Aku mencium bibir Febby yang harum.Febby membalas ciumanku.Berbeda waktu kemarinnya, kali ini Febby agak agresif.

Dia mencium bibirku dengan ganasnya. Aku yang suka seks juga semakin berani membuka pakaian Febby, sehingga dia hanya memakai celana dalam saja.Aku segera menyapu lehernya yang jenjang dan putih bersih.Febby terlihat menggelinjang membuat aku semakin bersemangat.

Nafasnya mulai terengah-engah.Ciumanku terus kearah dadanya yang montok.Aku menghisap puting payudaranya.Sungguh sangat enak rasanya.Aku menghisap puting payudaranya bergantian.Febby makin terengah-engah.

Lalu aku membuka celana dalamnya, sehingga sekarang dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun. Aku menjilati pahanya yang putih mulus.Jilatanku terus naik kearah vagina Febby yang memancarkan hawa harum dan wangi.Aku menjilat klitorisnya yang sebelumnya aku menyibakkan bulunya yang belum begitu lebat.Lama aku menghisap klitorisnya.Sampai aku merasakan cairan yang khas, mungkin dia sudah semakin teransang.

Febby lalu mendorongku, sehingga aku berada dalam posisi telentang. Dia langsung mengarahkan bibirnya yang mungil ke penisku.Wahh..enak sekali .. Febby mengulum dan menghisap penisku .Aku semakin terengah-engah.Febby pun semakin semangat mendengar desahan nafasku. Lalu aku mendorong Febby dengan lembut agar dia segera telentang.Febby pun mengerti dengan keinginanku.

Penisku kuarahkan kearah vagina Febby dan memasukkannya dengan perlahan-lahan.Febby menjerit tertahan begitu penisku masuk semua kedalam vaginanya.Aku yang suka seks mengangkat pantatku perlahan-lahan, dan memasukkannya.Begitu seterusnya aku lakukan, memaju-mundurkan pantatku.Febbypun kelihatan sangat menikmatinya.

Lalu aku mengangkat kaki kiri Febby dan tetap aku menggoyang pantatnya yang montok.Sampai akhirnya dia menjerit dengan suara yang agak keras.Dan akupun merasakan cairan hangat yang membasahi penisku didalam vaginanya.Rupanya Febby sudah keluar.Sementara aku nampaknya masih lama untuk mencapai puncak orgasmeku. Tiba-tiba aku dikejutkan suara yang sudah aku kenal.

“Wah..kamu kuat juga ya Tobby..”

Rupanya itu suaranya Shinta kakak Febby.Rupanya dia sudah dari tadi berdiri dibelakangku memperhatikan apa yang kuperbuat bersama dengan adiknya.Aku sangat kaget sekali, dan mencabut penisku yang masih tegang dari vagina Febby.Kupikir tadi Febby sudah mengunci pintu kamar.

Shinta segera menghampiri kami berdua.Kulihat Febby cuek saja dan masih menikmati puncak orgasmenya. Shinta duduk disamping kami dan memperhatikan punyaku yang masih tegang.Sementara aku sendiri masih jauh dari puncak orgasmeku.

Melihat situasinya seperti itu aku jadi memberanikan diriku meraih tangan Shinta.Kutarik lembut tangannya dan aku segera melumat bibirnya yang lembut.Sementara tanganku langsung meremas-remas payudaranya.Sekilas aku melirik Febby dan kulihat dia tersenyum melihat yang kuperbuat dengan kakaknya.Dia bilang,

“Nah..sekarang giliran saya yang nonton kakak ya..?”

Shinta hanya menjawab dengan tersenyum saja.Nampaknya Febby ingin aku berbuat yang sama dengan kakaknya. Tanganku terus saja meremas-remas payudaranya dari luar.Aku yang suka seks segera melepaskan semua pakaian yang menempel ditubuhnya, sampai dia tidak mengenakan pakaian selembar benangpun alias bugil, seperti Febby. Aku terus melumat bibirnya. Shinta pun tidak kalah membalas ciumanku.

Ciumanku terus turun kelehernya yang putih bersih.Shinta mengelinjang membuat aku semakin bersemangat saja.Aku terus menciumi payudaranya yang montok, mungkin ukurannya ada sekitar 36, aku tidak tahu persis tapi sama dengan ukurannya si Febby.

Aku menghisap puting payudaranya dengan lahap.Aku kembali melirik Febby dan melihat dia tersenyum manis padaku.Aku jadi semakin bersemangat saja.Sementara Shinta terus saja menggelinjang keenakan.Aku terus saja menghisap puting payudara Shinta.

Sementara tangan kiriku meraba-raba selangkangan Shinta.Aku yang suka seks merasakan bulu-bulu vaginanya yang lembut.Ciumanku terus kuturunkan kedaerah vaginanya.Aku menjilati klitoris Shinta dan Shinta terus saja menggelinjang.Aku merasakan cairan yang khas dari vaginanya, tapi aku yakin dia belum orgasme.

Aku lalu mendekatkan penisku kedalam mulut Shinta dan diapun melumat penisku dan menghisapnya.Sungguh sangat enak sekali.Lama Shinta menghisap penisku yang sudah sangat tegang sekali.Aku hampir tidak tahan lagi.

Aku menyuruh Shinta supaya menungging.Aku lalu mengatur posisiku di belakang Shinta.Perlahan-lahan aku memasukkan penisku kedalam vaginanya.Tapi sebelum aku memasukkan penisku, Febby bergerak mendekatiku dan tangannya menggenggam penisku.

“Biar kumasukin Ndrie..,”katanya.

Tapi sebelum itu dia masih sempat-sempatnya menghisap penisku.Setelah itu dia mengarahkan penisku ke kemaluan kakaknya.Dia tersenyum padaku.Shinta juga tersenyum padaku.Aku semakin tidak tahan dan segera memasukkan penisku ke vagina Shinta.shinta menjerit tertahan,

“Ahh..Tobby..punyamu enak sekhali..shayang..”

Aku semakin bersemangat menggoyangkan pantatku.Sementara Febby duduk disampingku.Aku segera meraih tangan Febby dan aku bilang,

“Yun, sini payudaramu aku hisap..”

Febby segera menyodorkan payudaranya kemulutku.Jadi sementara aku menggoyang Shinta, mulutku menghisap payudaranya Febby.Shinta semakin histeris menjerit-jerit keenakan kugoyang vaginanya dari belakang.Aku yang suka seks lalu menyuruh Febby berdiri dan mengarahkan selangkangannya ke mulutku.

Aku kembali menjilati klitoris Febby.Febby terdengar menjerit-jerit keenakan seperti kakaknya. Tak lama tubuh Shinta menegang.Agaknya dia sudah mau keluar.Benar saja tak lama aku merasakan cairan hangat membasahi penisku yang masih menancap di vaginanya.Febby juga masih menjerit-jerit.

Aku lalu berdiri dan mengarahkan penisku yang masih tegang ke kemaluan Febby yang berada dalam posisi berdiri dari depan.Aku mengangkat kaki Febby dan meletakkan kakinya di pinggir tempat tidur.Aku memasukkan penisku kedalam vagina Febby dari depan dan kugoyang-goyang, maju mundur.

Febby kembali mendesah-desah,

“..Ahh..Tobby..kamu pintar juga juga pake gaya berdiri seperti dalam film ..ahh..akh..”mulutnya terus saja menceracau.

Aku terus saja menggoyangnya, sementara mulutku tidak berhenti menciumi payudaranya yang montok kiri kanan bergantian dan juga menghisapnya bergantian.Febby semakin melayang-layang kenikmatan saja.Tak lama aku juga sudah ingin keluar.Tapi sebelum aku keluar, Febby sudah keluar duluan dan badannya mendadak jadi lemas.Aku segera mencengkram pantatnya dan memeluk tubuhnya.

“Akh..”akhirnya kau keluar juga dengan perasaan yang melayang-layang. Spermaku membasahi vagina Febby.Aku yang suka seks tidak kuat lagi menahan tubuh Febby dan membiarkan dia terduduk dan akhirnya penisku pun tercabut dari vaginanya.

Shinta yang dari tadi memperhatikan, kembali mendekatkan kepalanya ke penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel disana.Febby pun tidak ketinggalan, juga menghisap penisku dan menjilati sisa sperma yang masih menempel disana.Kedua kakak beradik tadi masih dengan lahap menghisap penisku bergantian.

Akhirnya kami bertiga terbaring lemas.Aku berada ditengah-tengah mereka.Tanganku masih saja bergantian meremas-remas payudara Febby dan Shinta bergantian.Mereka juga masih menikmati remasan tanganku di payudaranya.Kami yang suka seks sama-sama menarik nafas panjang.Lama kami terdiam.

Tiba-tiba kami dikejutkan teriakan suara panggilan.

“Shinta, Febby kalian dimana? Ini Mbak Christine datang nih..kok nggak ada yang menyahutin?”

Rupanya kakaknya yang tertua datang.Shinta lalu berdiri dan berkata pada Febby,

“Yun, biar Mbak saja yang menemuin Mbak Christine, kayaknya dia sendirian saja kesini.Suaminya kayaknya nggak ikut tuh..”

Lalu tanpa pakaian sehelai benangpun Shinta berdiri dan jalan keluar kamar.Aku kaget dan bertanya pada Febby,

“Yun, kalau ketahuan Mbak Christine bagaimana nih..?”kataku agak cemas.

Tapi Febby hanya tersenyum saja dan mengecup bibirku sebagai jawabannya. Sementara diluar kamar, mbak Christine sangat terkejut melihat adiknya Shinta menyambutnya tanpa busana sehelai benangpun.

“Shinta..kamu ngapain..?Kok nggak pake pakaian..?”tanya Mbak Christine.

Tapi Shinta cuma tersenyum saja dan berkata,

“Nggak apa-apa kok mbak..Mbak nggak usah banyak tanya deh..” sambil tangannya menggandeng tangan kakaknya kekamar Febby.

Sesampai dikamar Febby, mbak Christine kelihatan terkejut melihatku dan Febby juga tanpa pakaian.Shinta segera menjelaskan,

“Mbak, itu Tobby pacarnya Febby..Mbak udah kenal kan?”kata Shinta.

Sementara aku masih agak cemas, takut kalau-kalau Mbak Christine marah besar.Tapi rupanya Febby mengerti perasaanku.Dia berkata pada Christine,

“Mbak ayo duduk disini, ngapain berdiri disitu.Apa Mbak nggak pingin merasakan punya Tobby yang perkasa ini..?Bukankah Mbak dulu bilang kalau nggak pernah puas kalau main sama suami mbak..?”

Mulanya Mbak Christine ragu-ragu.Tapi Shinta segera menarik tangan kakaknya dan mengajaknya duduk didekatku yang juga sama-sama bugil dengan adik-adiknya.Akhirnya Mbak Christine duduk juga didekatku.Shinta berkata,

“Ayo Tobby..kita teruskan, nih kakaknya Febby yang paling tua udah datang.Dia nggak pernah puas kalau main.Mungkin kamu ketemu lawan tangguh..,”kata Shinta bercanda.

Mbak Christine dan Febby kulihat hanya tersenyum saja.

“Sekarang aku dan Mbak Shinta cuma nonton aja, kamu main sama Mbak Christine..habis kami capek sih..”kata Febby dengan manjanya.

Akupun nggak jadi takut dan ikut tersenyum.Aku yang suka seks jadi berani dengan situasi seperti ini.Aku merasa seperti diberi lampu hijau. Aku langsung saja mengarahkan tanganku ke payudara Christine dan meremas-remas payudaranya dari luar pakaiannya.Christine hanya tersenyum saja aku perlakukan begitu.Aku segera melumat bibirnya dan Christine membalasnya juga dengan ganasnya. Nampaknya dia benar-benar membutuhkan seks.Aku semakin senang.

Aku segera melucuti pakaian yang dikenakan Christine, sampai dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun seperti adik-adiknya. Aku merasa kaget juga, karena payudaranya Mbak Christine lebih besar dibandingkan payudara adik-adiknya.

Terus terang aku sangat senang dengan ukuran payudaranya yang besar itu.Aku segera menciumi payudaranya bertubi-tubi dan bergantian, maklum nafsu seksku mulai bangkit lagi.Christine sudah mulai terengah-engah menghadapi seranganku.Aku kembali melumat bibir Mbak Christine yang indah.Mbak Christine juga kembali membalas ciumanku dengan bernafsu.

Sementara itu aku juga melirik Shinta dan Febby dan mereka cuma tersenyum menatapku sambil mengelus-elus vaginanya masing-masing. Ciuamanku kembali kuarahkan keleher Christine yang putih bersih.Dan terus kuturunkan ke payudaranya yang montok. payudaranya kuciumi bergantian dan puting payudaranya kuhisap dengan lahap.Lama aku menghisap payudaranya.Christine berkata,

“akh..Tobby..terus hisap..sayhang..enakh..sekali.terus sayang..kamu sekarang jadi bayi..ya..terus hisap payudara Mbak..sayang..?”katanya menceracau.

Aku yang suka seks nggak peduli dengan rintihan dan erangan Mbak Christine.Malah aku semakin bersemangat saja.Ciumanku kuturunkan keperutnya yang putih dan ramping dan terus turun kepahanya yang mulus.Pahanya kujilatin sampai basah semua.Jilatanku kunaikkan ke sela-sela pahanya yaitu ke vaginanya.

“Akh..apa ini Tobby..ohh..terus Tobby..”kata Mbak Christine.

Kayaknya dia juga tidak peduli lagi dengan sekitarnya.

Aku menjilati vaginanya.Aku mencari klitorisnya dan menghisapnya.Mbak Christine menjerit tertahan dan menekan belakang kepalaku, sehingga aku semakin mencium bau wangi dari vaginanya.Aku terus menjilati klitorisnya itu, sampai akhirnya aku merasakan cairan yang keluar dari vagina Mbak Christine.Tapi Mbak Christine sendiri belum keluar.

Sementara punyaku sendiri sudah semakin tegang.Aku segera merubah posisiku dan menyodorkan penisku kemulut Mbak Christine.Mbak Christine membuka mulutnya dan melahap penisku dan menghisap penisku dengan sangat bernafsu.Aku menyadari nafsu seks Mbak Christine sangat tinggi.Tapi aku yakin bisa memuaskannya.

Akhirnya kusuruh Mbak Christine telentang.Diapun menurut untuk telentang dan membuka kakinya lebar-lebar.Akupun segera mengatur posisiku untuk mengarahkan penisku kedalam lubang kemaluannya.Tapi sebelum aku memasukkannya, Febby dan shinta mendekat dan berkata,

“Tobby..sebentar dulu..”kata Shinta.

Tanpa menunggu jawabanku dia langsung memegang penisku dan memasukkan kedalam mulutnya lalu menghisapnya. Setelah itu giliran Febby yang menghisap penisku.Aku yang suka seks melihat Mbak Christine sudah nggak sabaran untuk merasakan penisku.Akhirnya setelah Febby menghisap penisku, dia membimbing penisku dan mengarah kan ke lubang vagina kakaknya.Setelah posisinya pas, aku segera menekan pantatku perlahan-lahan.

Terdengar desahan dan jerita kecil keluar dari mulut Mbak Christine.Rupanya lubang vagina Mbak Christine masih sempit seperti punya adik-adiknya.Aku sangat senang sekali.Aku segera menaik-turunkan pantatku ke vagina Mbak Christine.Jeritan dan desahan nafas Mbak Christine makin keras.

Aku tidak peduli dan terus saja menggenjot dan menaik turunkan pantatku.Sama seperti vagina adik-adiknya, vagina Mbak Christine seperti meremas-remas penisku. Aku yang suka seks sudah hampir keluar, tapi aku berusaha bertahan selama mungkin.Dan kuperhatikan Mbak Christine hampir mencapai puncak orgasmenya.

“..akh..akh..akh..terus Tobby..akh..aku sudah mau keluar nih..akh..,”katanya terus menceracau.
” Aahh aku juga mau keluar mbak..”kataku sambil meremas dan menghisap payudaranya.

Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi penisku.

“Ahh..Tobbye..mbak sudah keluar..”kata Mbak Christine.Rupanya dia sudah keluar.Bersamaan dengan itu akupun merasa sudah nggak kuat lagi.
“Mbak..akhu..jugha..mau keluar..h..”kataku dengan suara agak parau.

Akhirnya spermaku tumpah membasahi vaginanya.Aku tertelungkup lemas diatas tubuh Mbak Christine.Kulihat Shinta dan Febby tersenyum menatapku.Aku lalu mencabut penisku dari lubang vagina Mbak Christine dan tidur menelentang.

Shinta dan Febby segera mendekatkan mulutnya dan kembali menghisap penisku bergantian.Begitu juga dengan Mbak Christine bangun untuk menghisap penisku bergantian.Akhirnya kami yang suka seks kembali rebahan.Mbak Christine disebelah kananku, Shinta disebelah kiriku, sementara Febby dengan manjanya telungkup diatas tubuhku.

Kami yang suka seks sama-sama menarik nafas panjang.Sementara tanganku kembali bergerilya seperti tadi meraba seluruh tubuh kakak-adik itu dan meremas-remas payudara mereka bergantian.Kadang-kadang mereka juga bangun sebentar hanya untuk menghisap penisku.Kami yang suka seks sama-sama terbaring lemas.

Tak lama Shinta membuka pembicaraan,

“Wah..Tobby..kamu memang kuat bisa mengalahkan Mbak Christine.penismu juga besar dan kuat lho Tobby.”

Aku hanya tersenyum saja dan meremas payudara Shinta dengan lembut dan memainkan puting payudaranya dengan ujung jariku.

“Baru kali ini aku merasa puas kalo main gini Ndrie..”kata Mbak Christine.

Aku hanya tersenyum saja mendengar pujian mereka dan tanganku semakin nakal dengan memasukkan jariku kelubang vagina Mbak Christine.

“Awww..Tobby..tanganmu nakal..aku lagi capek nih..”kata Mbak Christine manja.
Aku lalu berkata,
“Wah..Febby, Shinta, mbak Christine, kayaknya kita harus berpakaian nih sebelum ibumu datang.”

Febby segera menjawab,

“Nggak apa-apa kok Tobby.Kalau ibu datang dan melihat kita begini nggak bakalan marah kok..ya kan mbak?”kata Febby sambil bertanya pada kakaknya.

Kedua kakaknya tersenyum saja dan Shinta berkata,

“Kalau kamu mau, kamu juga boleh main sama ibu Tobby..”
“Iya..ibu pasti senang sekali ya kan Mbak Christine?”tanya Febby sama Mbak Christine.

Mbak Christine menganggukkan kepalanya.Sekarang aku sudah mulai tenang.Sekarang tenagaku sudah mulai pulih.Lama kami yang suka seks terdiam, tapi tanganku tetap tidak bisa diam dan selalu menggerayangi tubuh ketiganya.Tapi mungkin karena kecapean, mereka bertiga cuma diam saja ketika tanganku menggerayangi tubuhnya, walaupun jari tengahku mengorek-ngorek vaginanya.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar,

“Shinta, Febby..kalian dimana?”

Rupanya ibunya sudah datang.

“Kami disini Bu..”sahut Febby.

Lalu Febby berkata padaku,

“Ayo Tobby..kamu boleh coba ibuku..katanya tersenyum.

Aku cuma mengangguk saja dan sekarang tenagaku sudah benar-benar pulih lagi.

Tak lama kemudian ibunya Febby sampai di kamar dan terkejut,

“kalian lagi ngapain?!”katanya sambil menutup mulutnya.

Ibunya Febby masih melotot tidak percaya menatapku.Setelah dekat tanganku langsung memeluk ibu Febby dan langsung meremas-remas payudaranya.Sementara itu dia masih setengah tidak percaya, tapi dia membiarkan tanganku meremas-remas payudaranya.

Sambil berdiri aku menciumi bibirnya dan sekarang dia mulai membalas ciumanku.Aku yang suka seks tidak menduga ciuman ibunya ganas juga.Sementara tanganku masih terus meremas-remas payudaranya.Aku segera melucuti pakaiannya satu demi satu.Kulihat dia sekarang sudah bisa tersenyum dan berkata,

“Christine, Shinta, Febby..kalian bear-benar nakal ya..?tapi kalian baik juga mau mengajak ibu main sama Tobby.”

Christine, Shinta dan Febby hanya tersenyum saja dan berkata,

“ya Bu..jangan malu-malu ya..ya..penis Tobby enak lho Bu..”

Setelah pakaian luarnya kulucuti, hingga hanya tinggal BH dan CD aja.Tanganku masih saja meremas-remas payudaranya.Nafas ibu Febby mulai naik turun.Dia membiarkan saja apapun yang kulakukan pada tubuhnya dan menikmatinya.

Aku mulai melepaskan BH nya dan aku kaget juga payudara dia masih kencang, putih dan montok dan besarnya hampir sama dengan payudara Mbak Christine.Aku segera menyerbu payudaranya dengan ciuman-ciumanku.Aku yang suka seks menghisap puting payudaranya sambil berdiri.

Dia hanya merintih-rintih saja.Aku meremas-remas pantatnya yang montok, sementara mulutku tidak berhenti menghisap puting payudaranya kiri kanan.Setelah puas dibagian payudara, ciumanku kulanjutkan ke bawah.Ciumanku kuarahkan ke pahanya yang putih mulus dan terus naik keselangkangannya.Aku melepaskan CD nya sehingga dia tidak mengenakan apa-apa lagi, bugil seperti aku dan anak-anak tirinya.

Aku lalu menjilati vaginanya.Sambil berdiri, dia membuka kakinya agar mulutku leluasa menjilati vaginanya.Sementara tangannya menekan belakang kepalaku.Aku terus saja menghisap klitorisnya. Dia menjerit-jerit kecil dan kakinya kulihat agak gemetaran.

Setelah puas menjilati vaginanya, aku lalu menekan tubuhnya supaya duduk jongkok menghadapku.Dia mengerti dan langsung saja mulutnya melumat penisku.Aku merasa sangat enak.Kayaknya Dia lebih berpengalaman dalam hal menjilat penis.Dia terus saja menghisap penisku dengan penuh semangat.

Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi, aku lalu menyuruhnya membelakangiku.Aku lalu mengatur posisi dan mengarahkan penisku ke lubang vaginanya dari belakang dan menekannya pelan-pelan.Dia menjerit tertahan.Tapi aku tidak peduli. sementara Christine, Shinta dan Febby hanya menonton dengan bersemangat dari samping.

Aku menggoyang pantatku maju mundur sambil berdiri.Tangan kirinya kutarik kebelakang dan tangan kananku meremas-remas payudaranya yang sebelah kanan.Dia kembali menjerit-jerit dengan desahan nafasnya yang memburu.

“Tobby..kamu..punyamu sangat enakh..akh..akh..”katanya menceracau.

Aku semakin bersemangat mendengar rintihannya.Lalu aku menarik tangan kanannya sehingga kedua tangannya kutarik kebelakang.Sementara pantatku tetap maju mundur menggoyang pantatnya.payudaranya yang besar terus saja bergoyang-goyang ke bawah.

Aku yang suka seks lalu merubah posisi dan menyuruhnya telentang.Dengan nafas memburu dia menurut saja dan telentang dengan membuka kakinya lebar-lebar.Aku segera mengarahkan penisku ke vaginanya. Penisku pun segera menusuk vaginanya dan pantatku naik turun menghujam vaginanya.vaginanya tidak kalah rasanya dibandingkan vagina anak-anaknya.

Masih menggigit dan meremas-remas penisku. Nafaskupun semakin cepat seperti nafasnya. Sementara penisku menusuk-nusuk vaginanya, aku selalu menghisap payudaranya bergantian Sekitar hampir satu jam kami yang suka seks main, sampai akhirnya dia berkata,

“Tobby..ahh..penismu sangat enakh..kuat..lubang vaginau jadi penuh oleh penismu..ahh..ahh..terus sayang..aku sudah hampir keluarhh..ahh..ahh..”

Dan tak berapa lama akupun segera merasakan penisku jadi hangat karena cairan dari vaginanya sebagai tanda dia sudah sampai puncak orgasmenya.Badannya yang tegang tadi mulai lemas.Aku masih saja menggenjot vaginanya dan akhirnya akupun merasakan sesuatu yang hendak keluar.penisku kubenamkan dalam-dalam kedalam vaginanya.Dan spermaku pun keluar membasahi liang vaginanya.

Aku tertelungkup lemas dengan nafas tidak beraturan. Dia juga begitu lemas dan nafasnya juga tidak beraturan.Aku lalu mencabut penisku dari vaginanya dan telentang sambil menarik nafas panjang.Aku memejamkan mataku.Walaupun sudah keluar tapi penisku masih ngaceng.

Mbak Christine, shinta dan Febby mendekat dan mereka bergantian menghisap penisku dan menelan sisa-sisa spermaku. Aku merasakan nikmatnya hisapan mereka bergantian. Mereka bertiga akhirnya merebahkan badannyadisampingku.Lama kami terdiam karena kelelahan.Akhirnya Febby berkata,

“Gimana Bu..?Enakkan penisnya Tobby..?”
Ibunya berkata,
“Wah..Tobby..kamu memang luar biasa.penismu besar, kuat..wah..enak sekali..”

Aku menjawab,”Kalian juga sangat enak sekali.vagina kalian terasa meremas-remas penisku.Aku yang suka seks ini juga sangat suka dengan payudara kalian yang montok-montok ini.”kataku sambil meremas-remas payudara mereka bergantian.

Akhirnya aku tidak diperbolehkan pulang dan harus menginap malam itu.Kami yang suka seks kembali main bergantian.Aku kembali main sama Mbak Christine, Shinta , Febby dan ibunya.Sungguh aku merasa sangat terpuaskan saat itu.Aku bisa menikmati tubuh mereka, tubuh kakak Febby, tubuhnya sendiri dan tubuh ibunya.

Aduh sangat enak sekali.Apalagi kulit tubuh mereka putih semua, maklum karena mereka adalah orang cina turunan.Apalagi payudara mereka sangat montok dan vaginanya juga bisa memijit-mijit penisku.

Setelah hari itu, tiap kali aku main ke sana, kalau baru sampai di rumah Febby, aku selalu meremas-remas payudara mereka bergantian.Kadang-kadang aku langsung melucuti pakaian mereka dan langsung menghisap payudara mereka bergantian.mereka pun sangat senang dengan caraku waktu aku datang itu.

Kadang-kadang kalau baru datang, aku langsung membuka celanaku dan menyodorkan penisku kedalam mulut Febby, Shinta ibunya atau Mbak Christine.Mereka pun sangat senang sekali.Sehingga tiap kali aku datang kesana pasti main dengan mereka bergantian.

Kadang-kadang Febby, Shinta, mbak Christine atau ibunya juga memperkenalkan aku dengan teman-temannya dan akupun sering juga main dengan teman-teman mereka.Aku bilang pada mereka, kalau mau mengundang teman untuk main harus yang bersih.

Ada salah satu temannya yang mau memberiku bayaran, tapi aku menolaknya karena aku melakukannya dengan suka sama suka. Karena aku sangat suka seks.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme