Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Dibalik Kesedihan Nia

Ini adalah kejadian 6 tahun lalu, saat itu saya baru bekerja di sebuah kantor di ibu kota.

Sebagai pegawai baru saya datang ke kantor lebih awal. Pada saat saya menunggu lift yang akan mengantar saya naik ke lantai atas, ada seorang wanita yang juga akan naik lift.

“Selamat pagi!” dia menyapa saya.

“Pagi juga” jawabku.

“Perkenalkan nama saya Nia, saya asisten pak Andi, kamu Dio kan?” katanya sambil mengulurkan tangan.

Saya jawab dengan anggukan, tangannya begitu halus, warna kulitnya begitu bening, rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai, wajahnya pun cantik. Itu adalah pertemuan pertama saya dengan Nia.

Nia ternyata idola semua lelaki dikantor tersebut, bahkan posisi yang saya pegang saat itu ternyata ditinggalkan karena pegawai

sebelumnya bermasalah dengan pak Andi karena coba-coba mengajak kencan Nia. Menurut gosip selain jadi asisten Nia juga “TTM”nya beliau.

Nia yang supel, kadang membuat saya kikuk, kadang untuk memperlihatkan bahwa Nia tidak punya hubungan apapun dengan pak Andi, Nia sering mengajak saya makan siang. Nia memilih saya karena dia merasa saya tidak pamrih dalam hubungan pertemanan, begitu pula pak Andi selalu merasa aman kalo saya yang menemani Nia. Sampai suatu saat, Nia memiliki masalah dengan pak Andi karena rumah kostnya digrebeg istri bos saya itu. Hampir 3 hari dia tidak masuk kantor. Pak Andi meminta saya untuk menemui dia di kostnya untuk mengantar amplop berisi uang, saat itu hari sudah sore menjelang malam. Saya ketuk pintu kamarnya. Pintu terbuka, saya lihat mata Nia sembab mungkin karena menangis semalaman.

“Ada apa kemari?” tanya Nia.

“Aku diminta mengantar ini” sambil saya sodorkan amplop berisi uang.

Nia menerima amplop sambil mengajak saya masuk kedalam, malam itu Nia curhat banyak kepada saya. Saat itu pikiran saya terbagi dua antara prihatin karena mendengar ceritanya dan birahi karena Nia menggunakan daster begitu transparan sehingga dada dan putingnya yang merah muda terlihat begitu menggemaskan. Tak terasa saat itu sudah jam 23.30, saya pun pamit pulang saat hendak pulang tiba-tiba saya rasakan dua tangan melingkari dada saya.

“Temenin aku” bisik Nia pada saya.

Saya tidak bisa menjawab sejak dari awal saya tidak bicara, jantung saya berdebar keras, saya balik tubuh saya, saya kecup bibir mungilnya lalu saya lumat mulutnya. Saya rasakan hangatnya bibir Nia, sesekali tangannya memegang penis saya yang masih terbalut celana. Saya remas bokong Nia, Nia pun sedikit mengerang saya lepas mulut saya dari bibirnya. Saya cium lehernya sambil saya dorong badannya menuju sofa tempat tadi kami bicara sehingga badan Nia berada dibawah badan saya. Saya pindahkan tangan saya ke dada Nia, saya remas dada kirinya sedangkan tangan saya mencoba membuka daster, begitu pula tangan Nia berusaha membuka kemeja saya. Setelah terbuka tampak jelas dua payudara yang putih seakan menantang saya, tiba-tiba dia menggigit dada saya. Saya tidak mau kalah, saya sedot puting payudara sebelah kanan sedang yang kiri tetap saya remas-remas. Nia pun melenguh, mengerang tanda menikmati apa yang saya lakukan terhadapnya.

Dibalik Kesedihan Nia

Tangan Nia beralih ke celana saya berusaha untuk memegang penis saya yang sudah ingin segera saya sarangkan pada vaginanya. Setelah penis saya keluar, lalu dia mendorong saya untuk berdiri. Saya pun berdiri, dengan lembut dia menjilati penis saya dengan lidahnya, lalu dimasukkannya penis saya ke mulutnya, dihisapnya ujung penis dengan tangan tetap menarik ulur batang penis saya. Sesekali saya pun mengerang tanda nikmat, tarik ulur mulut Nia pada penis saya membuat saya ingin segera meledakkan sperma saya pada Nia. Saya minta Nia melepaskan mulutnya dari penis saya, lalu saya balikkan badanya hingga terlihat bokongnya yang indah. Saya coba memasukkan penis saya ke lubang vagina dari belakang. Saya tarik ulur penis saya, Nia pun mendesah dan mengerang tanda menikmati.

“Dio keluarin sekarang!” pinta Nia.

Lalu saya balikkan badannya lagi hingga sekarang Nia menghadap saya. Saya cium bibirnya lagi sambil saya masukkan penis saya pada vaginanya, terasa hangat dan basah saya tarik ulur, badan kami pun bergelonjotan tanda mencapai klimaks, sperma saya akan segera keluar. Karena tidak mau berisiko, saya tarik pelan penis saya dari vaginanya, lalu saya arahkan penis saya ke badannya, croot crooott crott… cairan putih pun meluncur dengan cepat kearah badan Nia.

Jam menunjukkan jam 01.00, Nia mengambil handuk untuk saya dan dia. Malam itu kami pun tidur berpelukan tanpa busana. Saya terbangun jam 08.00 pagi, saya lihat Nia sedang menyiapkan kopi tanpa mengenakan busana, penis saya yang layu kembali mengera. Saya dekati Nia dari belakang, lalu saya dekap,. Saya masukkan penis saya pada lubang analnya, Nia pun mengerang setengah teriak. Diperbaiki posisinya dengan membuka kakinya lebar, lalu saya tarik ulur penis saya, Nia pun kembali berteriak nikmat membuat saya semakin bernafsu. Setelah selesai kami pun minum kopi dan sarapan bersama tanpa busana.

Tiba saatnya kami harus mandi, hari ini saya tidak masuk kantor dengan alasan sakit. Kamar mandi di tempat kost Nia tidak terlalu besar, tapi punya shower. Kami pun saling menggosok badan kami dengan sabun, lagi-lagi penis saya tidak bisa menahan, saya peluk Nia lalu saya pun turun dengan tujuan agar bisa menjilat vaginanya. Bulu-bulu disekitar vagina terlihat tipis membuat birahi saya bertambah. Lalu saya remas dadanya sambil masih saya jilat vaginanya. Nia yang masih bernafsu juga membiarkan saya menggerayangi badannya dengan lidah saya. Saya jilat tubuhnya dari bagian atas ke bawah, perlahan saya masukkan jari tengah saya ke vaginanya.

Nia sangat menikmati, perlahan keluar cairan pelumas dari vaginanya, lalu saya sedot vaginanya, Nia pun berteriak seperti kesetanan. Nia meminta saya untuk segera menyelesaikan apa yang saya lakukan, sambil terduduk dibawah saya masukkan penis saya pada vaginanya, digoyangkan badan Nia sambil berusaha memijat penis saya dengan vaginanya, terasa lembut hangat dan basah.

“Didalam aja keluarinnya” pinta Nia.

Saya pun menuruti permintaan Nia. Crooott… tembakan yang panjang mengenai bagian dalam vagina Nia. Nia kembali seperti menggigil sambil memeluk saya, ahhhh… yesss… teriak Nia. Selesai sudah drama 3 babak kami selesaikan. 3 bulan setelah itu Nia pindah ke luar negeri ke singapore untuk melanjutkan sekolah katanya dibiayai oleh seorang bos di ibukota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme