Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Cerita Seks Bercinta Dengan Tanteku Sendiri

Oh Nikmat Bercinta Dengan Tanteku Wina

Kami terbangun kesiangan karena semalam memadu kasih penuh cinta dan birahi, matahari sudah meninggi ketika kami bangun jam 09 : 00 Siang . Kami saling memberikan senyuman mesra ketika saling bertatapan, bahkan sangking gemasnya Wina Lie langsung menindihku dan memberikan pagutan penuh kemesraan, buah dadanya mengencet dadaku, dan puntingnya membuatku menjadi geli, kami terus saling memagut dengan penuh rasa dan cinta di antara kami. Bertubi tubi bibirku diserbu oleh Wina Lie, kami tanpa berbicara saling melumat dan memilin dengan penuh kemesraan bak suami istri, ketika kami sudah terengah engah barulah kami saling membuka mulut untuk berbicara.

Selamat pagi, ponakan tante .. “ sapa Wina Lie dengan manis sekali, walau tanpa lipstik di pagi hari tetap menampakkan kecantikannya, aku sampai takjub melihat aura kecantikannya, kupandang wajahnya dan membuat Wina Lie tertunduk malu.
“Kenapa tanteku malu kupandang ?” tanyaku dengan mengelus lengannya.
Wina Lie menaikan kepalanya dan menatapku.
“Tante bukan malu, tante merasa makin muda saja karena kamu pacarin .. tante tidak bisa melukiskan kata kata soal cinta kita .. tante merasakan keceriaan bersamamu .. pagi ini tante merasakan ponakan tante juga berbeda, lebih ganteng dan lembut dari yang sudah sudah .. tante merasa damai dalam pelukan ponakan tante ini” ucap Wina Lie dengan tersenyum manis lagi padaku.
“Tanteku yang nakal .. boleh nggak ponakan tante ini minta sesuatu di pagi hari ini ?” tanyaku dengan suara kuratakan
“Soal apa, Randa ? ponakan tante minta apa saja boleh .. “ Tante Wina Lie dengan memandangku penuh kemesraan.
“Seperti biasa tante, ponakan tante meminta jatah pagi hari .. “ kataku tersenyum senang sambil mengelus elus punggung Wina Lie yang menindihku.
“Oh … betapa senangnya tante mendengar itu … ayooo .. tante akan beri jatah pada ponakan tante ini “ ucap Wina Lie langsung menyerbu bibirku dengan gemas, dibuangnya selimut yang menutupi kami, Kami langsung bergulat dengan gaya bebas. Pagutan kami di pagi hari itu menjadi cepat panas, kami terus saling melumat, kami berguling dan aku kini berada di atas menindih Wina Lie, pagutan kami saling mencecap, lidah Wina Lie menerobos masuk ke dalam mulutku dan mengajak bermain lidah dengan gemas, lidah kami saling bertaut, terkadang lidahku diinjak lidah Wina Lie dengan keras, kusedot bibirnya, dan Wina Lie pun ikut balas menyedot, bibir kami sudah penuh air liur. Kutarik kepalaku dan kuberikan ciuman di dahi.
“Kulum Kontol ponakan tante, Randa .. “
“Uuuuh .. ponakan tante ini sungguh kurang ajar .. meminta tantenya agar mengulum Kontol milik ponakannya, sungguh terlalu keponakan tante ini … tak tahu etika dan aturan .. “ goda Wina Lie dengan tersenyum manis lalu menarik badannya, beringsut mundur dan memandang Kontolku yang sudah tegang ngaceng.
“Woooow .. Kontol kepunyaan ponakan tante besar sekali … Duuuh .. tante jadi pengin nih .. sungguh kurang ajar ya, tantenya suka Kontol ponakannya … “ lagi lagi Wina Lie menggodaku. Lalu dengan pelan pelan dikulumnya Kontolku tanpa dijilat.
“Jangan lama lama tante, biasanya kalo pagi ponakan tante cepat muncraaat “ ucapku dengan memandang buah dadanya yang bergelantungan
“Tante tahu kok .. “ ucap Wina Lie melepas kuluman Kontolku, dikulumnya lagi dan diberi ludah di dalam mulutnya, disepongnya Kontolku berulang ulang membuat aku sampai menahan nafas merasakan kuluman Wina Lie.
“Dikocok juga tante .. tapi jangan kasar .. “ pintaku
Wina Lie langsung mengeluarkan Kontolku dari mulutnya, dipegangnya batang Kontolku dan dikocok kocok dengan nikmat dan penuh perasaan, disekanya rambut yang tergerai ke depan itu, kemudian dikulum lagi, dijilati sampai buah zakarku. Aku merasakan nikmat yang luar biasa dikocok dan dikulum sedemikian perhatian Wina Lie terhadapku. Betapa indahnya kumpul kebo dengan Wina Lie. Sudah lima menit Wina Lie mengulum dan mengocok Kontolku.
“Sudah tante … sudaaah .. ntar muncrat lho “ sergahku dengan mencoba bangun, Wina Lie berhenti mengulum Kontolku lalu gantian rebahan ke belakang, ditariknya bantal untuk mengganjal punggungnya. Kini gantian aku yang membungkuk mau mengoral vagina Wina Lie yang sudah membasah itu, kusapu dengan lidahku dan membuat Wina Lie langsung mendongak merasakan oralku
“Uuuuuh ….. jilatan ponakaan tante mantap sekali … “ lenguh Wina Lie dengan meremas kepalaku. Aku langsung melesak dengan membuka bibir vaginanya itu dengan cepat membuat Wina Lie sampai menggigit bibirnya merasakan kenakalan lidahku yang mengorek liang vaginanya, menyedotnya sampai nafas Wina Lie menjadi berantakan, peluh kami sudah mulai bercucuran. Kukorek terus lubang itu dan semakin membesar.
“Teruuus , Randa … jangan buat tantemu orgasme yaaa “ ujar Wina Lie dengan menggelinjang tak karuan karena tanganku meremas buah dadanya yang kenyal itu.
Kukorek terus dan lubangnya mulai memerah seiring jilatan, sedotan dan kenakalan tanganku masuk membuka bibir vaginanya.
“Aaaaaaaaw ..aaaaduuuuh .. nakaaal sekali ponakan tanteee ini .. please … aaaah dikit laaagiii, Randaaaa” jerit Wina Lie dengan megap megap dan menggeleng geleng. Badannya tak tahan akan kenakalan lidahku. Kusedot dengan keras vaginanya
“Sudaaah aaah .. sudaaaah .. tanteee bisa orgasmee .. ayooo “ ujar Wina Lie dengan menaikan kepalaku, lalu Wina Lie langsung menaikan aku yang dalam posisi duduk, pelan pelan diarahkan batangku yang dipegang Wina Lie, Kontolku menusuk pelan masuk ke vaginanya yang sudah becek itu. Terasa sangat susah sekali, namun dengan sabar dan pelan Wina Lie menekan dengan tenaga besar
“Aaaaaaaaauh .. tanteee .. pelaaan aaaah .. sakiittt “ erangku yang merasakan lubang vagina Wina Lie belum membuka lebar, sehingga Wina Lie menaikan pantatnya lagi, lalu dengan pelan pelan menekan lagi.
“Ponakan tante sungguh terlalu .. berani masukin Kontolnya ke vagina tantenya .. kurang ajar itu namanya“ seloroh Wina Lie dengan gemas lalu bertopang merangkulkan tangan kanannya ke pundaku, lalu menarik kepalaku dan diberi pagutan mesra.
Pelan pelan Kontolku sudah masuk hampir separo, ditariknya pantat Wina Lie naik kemudian diturunkan lagi untuk memperlancar.
“Ponakan tante yang nakal .. sirami kebun tante yaaa “ pinta Wina Lie dengan tetap menekan dengan pelan dan Kontolku kini hampir amblas
“Selalu tanteku yang nakal .. “ balasku sambil meremas buah dadanya penuh kelembutan, kupermainkan puntingnya dengan kutekan
Wina Lie lalu dengan gemas menariknya dan menghujam dengan tenaga besar sehingga Kontolku menjadi amblas ke dalam vaginanya dan membuat kami terpekik bersamaan
“Waaduuuuh .. tanteee aaah tanteee .. jepitan tante luar biasaaa .. enak sekali tanteee, ssssh … ssshh“ pekikku dengan merem keenakan demikian pula dengan Wina Lie yang juga merem melek keenakan.
“Iya Randa … Kontolmu luar biasa masuk ke dalam vagina tantemu .. ssssh …sssh …rasaaanya nikmat sekali,Randa .. dah siaaap belum kalo tante mau menggenjot ponakan tante ini .. “ ajak Wina Lie dengan memagutku mesra kemudian membawa tanganku ke buah dadanya untuk diremas
“Remees susu tantemu, Randa .. tantemu nakal ya, masak tante minta susunya diremas sama ponakan tante…” kata Wina Lie dengan manja, kuremas buah dadanya itu dengan gemas dan membuat Wina Lie menengandah merasakan remasanku yang sedikit lebih kuat.
“Uuuuuuuuuuh … enaaak Randa .. remes terus ya susu tante .. “ pinta Wina Lie
Wina Lie 5 “Bergeraklah tanteku yang nakal .. genjot keponakan tante ini .. “ ajakku dengan pasang kuda kuda. Pelan pelan Wina Lie menaikan pantatnya lalu turun lagi, pelan pelan untuk memberikan kelonggaran batangku keluar masuk lebih lancar, memang awalnya seret namun dikit dikit Kontolku lancar keluar masuk.
“Sayaaang aaah .. nikmaaat aaah .. tante nggak bisa ngerasaaain ..wauuuuh …aaah ..aaaah .. uuuh” lenguh Wina Lie dengan menggeleng gelengkan kepalanya, tanganku tetap meremas buah dadanya, Wina Lie terpancing untuk bergerak lebih cepat dan membuatku mengimbangi gerakan Wina Lie tak kalah cepat. Lalu Wina Lie berhenti menggenjotku serta memegang kepalaku dan memberikan lumatan lagi.

Bercinta Dengan Tanteku


“Rasaaiiin goyangan tantemu .. “ ujar Wina Lie dengan mengebor pantatnya
“Tanteeeeeee …aaaaaaaah .. tanteeeeee .. “ pekikku dengan mata terpejam, lalu Wina Lie kembali naik turun, kedua kakinya menjepit pinggangku dengan erat, kami kembali saling melumat penuh nafsu untuk menyelesaikan percintaan di pagi hari itu. Gerakan kami makin cepat dan keras, suara bunyi keciplak antara kami menjadi sangat nyaring. Kontolku semakin lancar keluar masuk, kurasakan Wina Lie semakin cepat bergerak.
“Tante mau sampai Han .. gimana dengaaan kamuuu “ tanya Wina Lie dengan suara melemah
“Iya samaaa .. genjt terus tante .. “ ajakku dengan tetap mengimbangi dan meremas buah dadanya lagi, tak lebih dari tiga menit kami mencapai pendakian puncak bersamaan. Kami mendapatkan orgasme dengan hujaman pantat Wina Lie, aku mendapatkan orgasme duluan dengan melolong panjang, Kontolku terasa sangat panas dan menembakkan isi buah pelir ke rahim Wina Lie, ketika kutembak itu, Wina Lie juga mendapatkan orgasmenya, tubuhnya menegang dengan kaku.
“Creeeeeeet … creeeeeeeet … creeeeeeet .. creeeeeet “ sekitar lima kali aku mengeluarkan isi Kontolku, tubuh Wina Lie menegang membuat busur panah, kuremas buah dadanya yang montok itu dan tubuhnya langsung lunglai memelukku erat, aku pun merasakan badanku ringan, mataku menggelap dengan cepat dan kami sampai terkapar dengan rebah ke belakang, Wina Lie menindihku, di selakanganku kurasakan banyak cairan membasahi sprei ranjang itu. Kami terdiam dengan nafas ngos ngosan.
Baru lima menit kemudian kami bergerak dan saling bertatap penuh cinta.
“Terima kasih tanteku yang setia mau melayani nafsu bejat keponakan tante … “ godaku dengan mesra
“Ponakan tante memang bejat .. beraninya mengajak tante giniin … “ balas Wina Lie dengan tersenyum.
“Makasih ya Tan .. “ ucapku lagi karena Wina Lie belum membalas ucapan terima kasihku
“Iya Randa .. tante juga terima kasih sama kamu .. tante sangat senang dan puas sekali bercinta dengan ponakan tante .. kamulah yang bisa memuaskan tantemu .. yuuk kita mandi .. kita ke Jakarta .. tante beliin Macbook sama motor .. “ ajak Wina Lie dengan bangun dan matanya melotot melihat selakangan kami yang banyak lendir berwarna putih kental
“Hmmm .. ponakan tante, air maninya banyaaak .. tante ucapkan terima kasih ya Han … tante sangat puass .. ayoo kita mandi .. “ ajak Wina Lie dengan berusaha melepas Kontolku bahkan kami menjerit kecil karena tarikan Wina Lie terasa kuat.
Ditariknya tanganku dan kulihat Kontolku berlepotan air maniku. Aku dimandiin dengan telaten oleh Wina Lie.
“Jangan ngerangsang tante lagi … ntar keburu siaaang , bank ntar tutup nggak bisa ambil duit “ tukas Wina Lie
“Iya tanteee .. “ ucapku mesra sambil mencium pipi Wina Lie
Kami berdua berpakaian dengan rapi, kupeluk Wina Lie dan kuhujani ciuman di pipi kiri, pipi kanan dan dahinya.
“Aku Randa tante .. “ ucapku mesra
“Tante juga Randa sama ponakan tante ini … “ ucap Wina Lie dengan memagut penuh kemesraan. Wina Lie menggandengku keluar, bau wangi parfum menaungi kami. Aku merangkulkan tanganku ke pundak Wina Lie dan kudepkap.
“Tante merasa muda lagi sejak kamu menyatakan cinta pada tante, Randa “ ucap Wina Lie dengan memelukku erat, dibenamkan kepalanya dalam dalam ke dadaku sambil berjalan. Kami masuk ke dalam mobil dan keluar dari villa itu untuk ke Jakarta.
Kami berdua berangkat ke Jakarta dengan segala kemacetannya, sikap sabarku terhadap kemacetan sudah bisa, aku tak mau ambil pusing, buat apa mikirin macet .. palingan stress sendiri, maka aku pun dengan sabar menyetir mobilku dengan santai. Tak begitu dengan Wina Lie yang sebal melihat Jakarta sudah macetnya parah. Aku hanya senyam senyum saja.
“Sayaang .. kamu kayaknya dah biasa kena macet ya ?” tanya Wina Lie dengan mencoba tersenyum untuk membuang penatnya.
“Mau apalagi ? kita kemana nih Tan ?” tanyaku dengan tetap memandang ke depan.
‘”Ke Sudirman dulu … tante mau ngurus rekening dulu … nomer rekeningmu berapa, Randa ?” tanya Wina Lie dengan senyum menggoda
“Buat apa nanya nomer rekening ponakan tante ?” tanyaku heran
“Lho katanya minta ditransferi 1 Milyar .. gimana nih .. “ sungut Wina Lie
“Nggak usah tante .. itu dulu cuma godain tante saja … “ kataku dengan ketawa keras
“Duuuh .. kamu bikin tantemu bingung .. serius nggak nih ?” tanya Wina Lie lagi
“Nggak usah tante … kasih saja secukupnya … lagian buat apa sih uang ? aku juga nggak butuh … “ kataku dengan membelokkan ke jalan Sudirman di mana Wina Lie membuka rekening banknya. Semanggi terlalu padat sehingga aku harus bersabar
“Enakan tinggal di Bogor saja ya Randa .. “ tanya Wina Lie
“Tapi kalo sendirian juga malas .. sama tante kumpul kebo .. “
Wina Lie tertawa tergelak gelak sampai mencubitku sangat mesra
“Enak saja kita kumpul kebo, kita suami istri nih … atau ponakan dengan tantenya gitu .. “ seloroh Wina Lie dengan tersenyum nakal.
Setelah beres beres mengambil uang, kami meluncur ke sebuah dealer, motor dibayar dengan cash atas namaku dan motor akan dkirim ke kantorku, lepas dari dealer menuju ke store Apple di Lippo Karawaci Tangerang, memang Lippo Karawaci merupakan mall terlengkap, dan aku pernah membeli barang barang macintosh di sana. Aku pun memilih Macbook itu dan tanpa menawar Wina Lie langsung membayarnya, dan mendapat discount sampai 10 %.
“Terima kasih tante .. “ ucapku ketika kami di parkiran Lippo Karawaci yang ramai itu. Wina Lie langsung memagut bibirku di dalam mobil.
“Kita kemana Randa ?” tanya Wina Lie dengan mengambil handphonenya karena ada panggilan masuk. Sedang aku terbiasa mematikan handphone ketika menyetir.
“Tante mau ndak ke tempat kantor si brengsek .. “ ajakku
“Mang kenapa ke sana ? malas dah tante .. “ sungut Wina Lie dengan sebal menghadapi keponakan satu itu.
“Tante sudah nggak ngerasa punya ponakan kayak gitu .. enak saja ngajak tantenya gituin .. amit amit, tante awalnya dipaksa tuh .. tapi gimana namanya janda khan lama nggak digauli, jadinya tante jadi terjerumus..” sesal Wina Lie dengan memandang ke arah jendela karena kesal akan ulah Frans sang keponakan, anak dari kakaknya itu.
“Tapi aku ada pekerjaan sedikit nich .. urusan servernya .. nggak lebih dari sejam .. gimana ?” tanyaku dengan was was karena Wina Lie tak mau ketemu dengan dirinya
“Tante tunggu di mobil saja yaaa .. tante pinjam netbookmu aja .. bisa internet khan ?” tanya Wina Lie dengan tersenyum
“Bisa kok .. tenang saja .. di belakang juga ada meja lipat tuh .. aku terbiasa ngenet di pinggir jalan kok jika malas kena macet“ kataku sambil mematikan mobil, kemudian kupagut bibir Wina Lie dan dibalas tak kalah mesra. Aku lalu keluar dari mobil, menyeberang jalan dan masuk ke kantor perusahaan event organizer itu. Di dalam aku langsung ditemui bawahan Frans untuk diantar ke ruangannya.
“Duh .. kemana saja sih lo .. server sini jebol .. down mulu .. “ sungut Frans yang kesal karena sudah lama server itu dibebani dengan banyak file dan sampah tak berguna, lagian aku bukan yang bikin server, hanya jaringannya saja yang aku bikin. Sepeninggal keluar bawah Frans, aku langsung duduk di depan mejanya
“Ya ngencani tantemu donk .. “ kataku mengejek
“Siaaaal dah … kalo sudah dimabuk cinta pasti semuanya lupa, lupa kewajiban .. “ ledek Frans
“Maklum kami khan sudah memutuskan tinggal bersama .. “ kataku dengan terang terangan
“Haaaah … sialan lho .. belum nikah saja dah berani kumpul kebo .. “ ledeknya lagi dengan gemas sambil tertawa.
“Coba kalo ngomong di depan tantemu saja … “ balasku dengan tak kalah tertawa
“Ogaaaah .. malu aku .. malu .. “ semprot Frans lagi
“Oke .. aku tak tahu masalah servermu .. tapi aku minta login ke server ada masalah apa .. ntar aku lihat dulu, itu juga nggak bisa sejam dua jam .. aku mau mindahin dulu semua isi server itu ke serverku di Cyber ..”
“Baik … baik … ntar aku hubungi yang megang server … kamu masih lama di sini ?” tanya Frans
“Tantemu nunggu di mobil .. nggak tega ninggalin tantemu sendirian di sana .. kasihan “ kataku hendak keluar dari ruangan itu
“Haaaan .. tolong bilang sama tanteku .. aku menyesal telah melakukan perbuatan bejat sama tanteku, aku yakin tante belum bisa memaafkan aku secara terbuka .. aku salah Han .. kusesali karena aku terbawa nafsu sama tanteku .. dan kini aku harus menanggung resiko dibenci tanteku sendiri .. “
“Sudahlah .. berbaktilah sama tantemu … restuilah dan dukung kami sampai menjadi istriku itu akan membuat tantemu menjadi terbuka .. “
Aku langsung keluar dari ruangan itu dan aku menuju ke mobilku, terlihat Wina Lie keluar dari mobil dan hendak berpindah ke depan, dari atas melihat Frans yang memandangnya, namun Wina Lie memandangnya dengan sinis. Aku disambut dengan pelukan kemudian aku masuk ke dalam mobil.
Kami langsung pulang ke Bogor dengan senyum sejuta kenikmatan karena sepulang dari Jakarta ini, Wina Lie akan melayaniku lagi dengan penuh kemesraan. Sesampai di villa aku langsung memondong Wina Lie ke kamar.
“Ayoo .. ponakan tante ingin melihat tantenya telanjang bulat .. aku akan memberikan gaya lain tante’” ucapku akal.
“Duuh ponakan tante nakal sekali .. habis ngajak pergi sudah pengin lagi .. “ ucap Wina Lie dengan tersenyum manja.
“Tante mau ndak ?” tanyaku gemas
“Kenapa nggak mau .. “ balas Wina Lie dengan menerkamku, kami saling melumat penuh nafsu yang tak tertahankan. Kami terbakar birahi dan ingin melakukan hubungan seks. Maka Wina Lie langsung membuka pakaiannya demikian pula denganku dengan tergesa gesa membuang pakaianku sampai telanjang bulat. Kami kemudian saling memeluk dan menindih di ranjang yang empuk itu, kami saling memilin, memagut dan melumat penuh dengan kemesraan dan nafsu. Kami semakin panas dan terbakar birahi sampai di ubun ubun, Wina Lie mengambil inisiatif merangsangku dengan mengocok Kontolku lalu mengulum dengan rakus. Pertempuran akan segera dimulai. Dibuangnya pakaian yang masih tersisa dan kini Wina Lie sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun dan minta dipuasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme