Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Kakak Istriku Janda Kesepian Sangek

CERITADEWASAINDONESIA – kali ini menghadirkan cerita Skandal Sex antara Seorang Pria bernama Andika dengan Kakak iparnya. Kisah ini bisa terjadi karena Andika yang khilaf karena melihat Kakak iparnya yang cantik dan cenderung pendiam. Singkat cerita akhirnya mereka berdua0-pun melakukan Skandal Sex dirumah Andika, yang kebetulan Kakak ipar Andika menginap selama 10 hari dirumah Andika. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Kakak Istriku Janda Kesepian Sangek

 

Perkenalkan namaku Andika, aku seorang Pria yang sudah beristri, aku akan membagikan sedikit cerita skandalku dengam kakak iparku sendiri. Sudah menjadi kebiasaanku bersetubuh dengan wanita yang usianya lebih tua dariku. Kakak iparku yang pendiam dan agak islamik ini memang sangat membuat aku penasaran. Entah kerasukan setan mana hingga aku bisa tergiur dengan kakak iparku yang bisa dibilang dia adalah orang alim.

Awal mula kejadian ini terjadi ketika suatu hari dirumahku kedatangan tamu dari Jambi. Tamu itu ternyata adalah kakak tertua dari istriku yang bernama Cika. Dia datang ke Jakarta dikarenakan tugas dari kantornya untuk ikut seminar di kantor pusat sebuah perusahaan pemerintah. Cika ini mempunyai jabatan sebagai kepala cabang di Jambi.

Sampai pada akhirnya Cika memutuskan untuk menginap dirumah kami. Dari pada menginap di hotel, mendingan uang hotelnya disimpan untuk beli buah tangan. Cika tinggal dirumahku selama 10 hari. Usia Cika saat ini 38 tahun, status dia kebetulan adalah seorang Janda. Dia menjanda bukan karena keinginannya, tetapi karena suaminya telah meningal 1 tahun yang lalu karena sebuah kecelakaan.

Cika ini orangnya cantik, berkulit putih, dan mempunyai tinggi yang proposional. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di tinggal dirumahku, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Cika untuk berjalan-jalanm, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta. Kami berencana weekend ini akan pergi ke Ragunan.

Sammpai pada akhirnya tibalah Weekend yang kami nantikan. Tidak disangka rencana kamipun gagal, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Cika jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua.

Sebenarnya aku agak malas kalau pergi tanpa istriku. Bukan karena malas mengantar, tetapi aku merasa kaku jika harus jalan berdua dengan Cika karena orangnya pendiam. Akupun menduga Cika pasti tidak mau, tapi ternyata dugaanku salah, Cika ternyata setuju dengan ide dari istriku.

Ketika itu pagi-pagi sekali istriku berangkat kerja dengan naik kereta listrik (KRL) dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Cika yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi.

Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Cika Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Cika. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

Aku mengatur jebakan untuk memancing Cika. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan mengenakan handuk aku menunggu kepulangan Cika dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Cika memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit.

Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Cika. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.

Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Cika melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan Penisku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas.

Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Cika. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Cika pasti melihat tubuhku yang polos dengan jCikaor yang tegak berdiri. Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak.

Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalau ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang.

“ Upzzz… ma… maaf ya Cika, aku kira nggak ada orang, ” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu.

Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Cika terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya. Dengan tenangnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Cika dan sekali lagi memohon maaf.

“ Maaf ya Cika, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumah ini, ” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.

Tiba-tiba seperti tersadar Cika bergegas meninggalkanku sambil berkata,

“ i…i…iya , tidak apa-apa….. ”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku.

Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Cika,

“ Ada apa Andika, ” ujar Cika setelah membuka pintu.

Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan.

“ Cika, maafkan Andika ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini, ” kataku merangkai obrolan biar nyambung.

“ Nggak papa kok, cuma Cika malu hati, sungguh Cika malu melihat kamu telanjang tadi, ” balasnya tanpa mau menatap aku.

“ Kenapa mesti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Cika kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu, ” kataku memancing reaksinya.

“ Sejujurnya Cika tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Cika malu, tanpa sadar Cika terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Cika sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Cika seperti terpana, ” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan.

Aku jadi ngak tega. Kudekati Cika dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.

“ Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau. ” ucapku,

Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk.

Ketika Cika sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Cika diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.

“ Jangan Lang…dosa, ” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku.

Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Cika sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran, puting susu sebelah kiri. Cika menggeliat.

Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan.

Seperti dicocok hidungnya Cika menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya. Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya, Cika diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku, Cika masih diam.

Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher, perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil, turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku, turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki.

Aku tidak merasa jijik karena tubuh Cika yang putih bersih sangat membangkitkan gairah. Kukangkangkan kakinya, Cika masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Cika tiba-tiba berteriak ,

“ Ahhhhhhhh…….. ”

“ Kenapa Cika… Sakit?, ” tanyaku.

Cika hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Cika menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung.

“ Andika… ayo Andika… jangan siksa aku dengan nikmat, ayo Andika tuntaskan… Cika udah nggak tahan, ” katanya.

Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan Penisku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas.

Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Cika semakin menggelinjang. Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang.

Cika meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang,

“ Ahhhhhhhhhhhhhhhh……., ” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya.

Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku.

“ Jangan keluarin didalam… aku lagi subur, ” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.

Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya,

“ Baik Cika cantik, Andika keluarin diluar ya, ” Ucapku,

Balasku sambil kembali memasukkan JCikaor ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Cika agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Cika menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.

Sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Cika dan kugencet batang Penisku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali Penisku meludah.

Sekujur tubuh Cika yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Cika bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.

“ Andika…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Cika rasakan, ” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.

Dengan persetujuan Cika, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Cika nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sesi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Cika.

Kalau permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas, buas, dan sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.

“ Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Cika. Sampai Uda meninggal, Cika tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Cika masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Cika sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh. ”

Singkat cerita sejak kejadian itu, selama kakak iparku berada di rumahku kamipun sering melakukan hubungan Sex jika ada kesempatan. Sungguh ini adalah dosa terindah yang pernah aku rasakan, Terima kasih Cika, you make me feel so Good.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme