Cerita Dewasa Indonesia

Kumpulan Cerita Dewasa dan Cerita Seks Indonesia

Berawal Dari Group Seks Ku

CERITADEWASAINDONESIA – Seorang anak laki-laki masuk ke dalam suatu klub sex rahasia yang mempromosikan hubungan seks antar saudara, tetapi hanya setelah telah berhubungan seks dengan saudarinya. Arman telah lama menantikan malam ini.

Semua orang selalu membicarakan tentang klub itu tetapi tak seorangpun akan mekatakan secara persis apa yang ada di dalam klub itu. Banyak issue yang mengatakan bahwa sering diadakan pesta sex dan berhubungan seks liar untuk anggota klub.

Pada usia ke 21, ia telah banyak memikirkan masalah sex. Ia juga telah banyak menjumpai para anggota yang susianya sebaya dengannya atau sedikit lebih muda. Malam ini dia berniat untuk mendaftar ke dalam klub itu. akhirnya ia akan menemukan apa yang selama ini diperbincangkan orang.

Tak seorangpun akan menceritakan kepadanya tentang maksud mereka masing-masing. Bermacam-Macam pikiran jelek timbul dikepalanya ketika dia sedang duduk menunggu diluar ruang pertemuan itu. Sampai kemudian mereka memanggilnya untuk masuk keruang tersebut. Ruangan pertemuan itu terletak diluar ruang tidur pimpinan club.

Ia bisa dengar pergerakan dan tertawa genit yang berlangsung di dalam kamar tersebut. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia mendengar suara wanita seperti itu. Ia melihat pada dirinya sendiri. Ia telah mengenakan pakaian persis seperti apa yang telah diperintahkan; sepasang celana dan kemeja, dan telanjang kaki tanpa mengenakan sepatu.

Dinda adiknya yang berusia 19 tahun melihatnya ketika dia pergi dan bertanya mau pergi kemana. Dia hanya mengatakan kepadanya agar tidak mencampuri urusannya dan kemudian pergi tanpa mengatakan apapun kepada adiknya yang cerewet itu.

Berawal Dari Group Seks Ku

Gagasan untuk melakukan pembuatan itu datang dari para tetangganya. Ia pikir sebaiknya segera bangun dan meninggalkan tempat itu. Akan tetapi sudah terlambat, piintu telah terbuka dimana Chandra. Sang pemimpin muncul dihadapannya. Ia berdiri dengan mengenakan celana pendek memegang topeng Halloween plastik. Chandra kemudian menghampirinya.

“Buka pakaianmu dan pakai ini.” katanya sambil memberikan topeng itu.

Arman tidak dapat menolak. Tapi dia ragu-ragu untuk melepas semua pakaiannya. Ada orang lain disana yang bisa melihatnya telanjang bulat. Tidak pernah sebelumnya ada orang yang melihatnya telanjang, kecuali, dia duga suatu ketika Dinda pernah mengintipnya, tapi dia adalah adiknya sehingga tidak pernah diperhitungkan.

Chandra melihat keraguannya.

“Jika kamu tidak ingin masuk klub, aku tidak memaksanya.”
“Tidak, aku benar-benar ingin masuk,” kata Arman segera sambil melepas bajunya.

Chandra tersenyum melihatnya.

“Bagus, segera buka pakaianmu dan pakai topeng.”

Arman segera melepas semua pakaiannya, ia tidak ingin mengambil resiko buat keanggotaan klubnya. Kemudian dia berdiri didepan Chandra tanpa sehelai benangpun kecuali topeng.

Chandra melihat kebawah kearah kemaluan Arman dan tersenyum kecil,

“Kita akan memperbaikinya segera, ayo masuk kedalam!”

Arman mengikuti sang pemimpin masuk kedalam kamarnya. Laki-laki anggota klub lainnya ikut masuk, Ada 7 orang didalam kamar itu, semuanya hanya memakai celana pendek. Dan dia segera melihat bahwa diatas tempat tidur ada anak lain yang juga memakai topeng, dan selimut menutupi tubuhnya sehingga dia tidak tahu siapa dia.

“Ini ujian buatmu!” kata Chandra. Arman melihat kearah sang pemimpin yang berjalan ke tempat tidur. “Kamu harus lakukan apa yang kita perintahkan. Pertama, kepada semua diruang ini, kalian tidak boleh berbicara apa-apa sampai semuanya selesai.”

Chandra memegang ujung sudut selimut dan pelan-pelan menariknya. Arman segera dapat melihat kemulusan kulit yang hanya dimiliki seorang gadis. Kemudia ketika ia melihat dengan jelas sepasang bukit dada kecil yang menggairahkan, penisnya pun segera bangkit.

Ia merasa batang penisnya menjadi lebih keras dan lebih keras lagi ketika melihat semakin banyak bagian tubuh telanjang anak gadis itu. gadis itu tiba-tiba merasa malu dan segera menutup sepasang buah dada kecilnya itu dengan lengan tangannya.

“Kamu harus tetap terbuka jika kamu ingin masuk kedalam klub.” Kata Chandra yang dapat didengar oleh Arman dengan jelas.

Dan gadis itupun segera menurunkan tangannyanya. Arman tiba-tiba mernyadari bahwa ia bukan satu-satunya yang akan diproses masuk ke dalam klub malam ini.

“Kemari kamu.” Kata Chandra kepada Arman.

Arman segera mendekat dan berdiri disamping Chandra sehingga langsung berhadapan dengan tubuh telanjang itu. Dari lekukan tubuhnya itu menunjukan dengan bahwa tubuh anak gadis itu baru mulai berkembang. Arman benar-benar terpesona melihat tubuh yang sangat menggairahkan ini. Ini adalah juga untuk pertama kalinya ia melihat seorang anak perempuan yang telanjang secara nyata. Ia merasa akan orgasme hanya kerena melihat kemolekan tubuh gadis ini.

Chandra cukup waspada dengan keadaan Arman. Dia tidak mau membiarkan terjadinya kegagalan pada proses upacara ini, maka segera memberi instruksi yang berikutnya nya. “Aku ingin kamu segera orgasme diatas dadanya.”

Kedua-duanya Arman dan anak perempuan saling berpandangan dengan shock.

“Well, kamu sudah berjanji akan mengikuti perintah kami, segera lakukan itu!” Arman memang sudah merasakan bahwa penisnya sudah berdenyut-denyut nikmat sebagai tanda bahwa orgasmenya sudah tidak lama lagi, segera mengangguk kearah sang pemimpin, kemudian kembali melihat kearah tubuh anak gadis yang sangat menggairahkan itu, sambil menggusap-usap batang penisnya.

Si gadis cuman bisa diam terbengong-bengong tidak tahu harus melakukan apa. Dan gadis itu mulai tegang dan terangsang melihat anak laki-laki asing yang sedang melakukan onani didepanya. Tanpa disadarinya, tanganya mengusap-usap kulit tubuhnya yang mulus, dan beberapa saat kemudian beberapa kali semburan yang cukup kuat dari sperma Arman menimpa sepasang bukit dadanya yang baru mulai mengembang itu.

Kejadian itu membuatnya jijik dan sekaligus menggairahkan perasaan birahi gadis ini. Cairan sperma berwarna putih susu yang kental, liat dan lengket itu sepertinya membuat gairah gadis ini semakin membara, juga kepada anak laki-laki asing yang demikian bergairah sehingga orgasme hanya karena melihat tubuhnya yang telanjang bulat itu.

“Ambil sperma itu dan usap-usapkan ke vaginamu sampai kamu juga orgasme.” Perintah Chandra pada gadis itu. Sekali lagi keduanya terkejut dan saling pandang. gadis itu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi segera dipotong Chandra. “Ingat instruksi yang pertama, tidak ada yang boleh bicara!”

Pertama-tama gadis itu benar-benar shock, akan tetapi kemudian mulai menhikuti perintah Chandra dengan patuh; meraup cairan sperma didadanya dan mengusapkannya ke vaginanya dan digosok-gosokkannya ke celah-celah vaginanya.

Dia memang pernah melakukan onani seperti tu, kadang-kadang juga dengan menggunakan minyak baby oil, tapi tidak pernah terbanyang dalam pikirannya bahwa dia akan menggunakan cairan sperma untuk beronani sampai orgasme.

Perasaan malu, takut dan bergairah saling berpacu dalam diri gadis ini tapi segera dilupakannya, dia segera berkonsentrasi untuk membuatnya mencapai orgasme tanpa perduli lagi bahwa hal itu bisa membuatnya hamil.

Arman juga benar-benar menikmati proses untuk orgasme gadis itu. Penisnya dengan cepat bangkit lagi. Ia kembali mengocok-kocok batang penisnya lagi, tetapi Chandra segera mencegahnya. Arman jadi gelisah dengan berkobarnya kembali gairah seksualnya, tapi dia menuruti perintah Chandra sambil menikmati pemandangan menggairahkan dari sesosok gadis dihadapannya itu.

gadis itu sampai menggigit bibirnya untuk menahan agar dia tidak mengeluarkan suara. Gejolak gairah seksualnya benar-benar telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Tubuhnya bergetar ketika setapak-demi setapak dia mencapai puncak orgasmenya.

“Perhatikan baik-baik,” kata Chandra kepada Arman.
“Usahakan sekuatnya untuk menahan spermamu sampai waktunya nanti kau masukkan kedalam vaginanya dan jadilah ayah dari anak bayimu.”

Pernyataan Chandra semakin meningkatkan gairah seksual gadis itu sehingga akhirnya dibarengi dengan keluhan agak keras, tubuh gadis itu mengejang dan bergetar ketika dia mencapai puncak orgasmenya. Beberapa saat kemudia tiubuh itu tergoleh lemas.

“Sekarang aku ingin kamu mengambil keperawanannya seperti juga dirinya mengambil keperjakaanmu.”

“Hah?” seru gadis dari balik topengnya. Matanya melotot lebar ketakutan.

Arman tidak berkata apa-apa selain memandang Chandra dengan penuh keraguan. Chandra hanya mengibas-ngibaskan jarinya pada mereka berdua dan berkata lagi, “Kamu benar-benar ingin di menjadi anggota klub, ya kan?” kedua pasang remaja itupun saling pandang dan kemudian mengangguk hapir bersamaan.

gadis segera membuka pahanya, yang memberikan tanda kepada Arman bahwa dia sudah siap. Arman melihat vagina itu berkilat basah oleh cairan spermanya. Pemandangan itu benar-benar semakin meningkatkan gairahnya, sehingga dengan ragu-ragu diusapnya dengan lembut bagian paling rahasia dari gadis ini. Mereka saling pandang, tapi masing-masing tidak bisa melihat perubahan mimik wajah mereka yang tertutup topeng.

Selama ini Arman tidak pernah menyentuh seorang gadis, ini pengalaman pertamanya bersama gadis ini, demikian pula si perawan ini. Benar-benar detik-detik yang sangat mendebarkan buat keduanya ketika penis Arman ditempelkan dan ditekan di gerbang liang kecil vagina itu. Tubuh mereka berdua bergetar seiring dengan deru napasnya yang semakin cepat. Sampai gadis itu mengerang tertahan ketika pelahan-lahan ujung penis Josep yang bulat melesak masuk keliang sempit itu.

Arman juga mengerang pelan ketika merasakan jepitan kuat diujung penisnya. Pemuda itu jadi semakin bersemangat menekan penisnya sampai tiba-tiba dia merasa ujung penisnya menabrak dinding keperawanan gadis itu. gadis ini ternyata juga masih perawan tulen seperti juga dirinya.

Arman benar-benar berjuang keras, disamping berusaha keras menjebol keperawanan gadis ini, dia juga berusaha sekuat tenaga menahan agar spermanya tidak muncrat dulu sebelum menyelesaikan tugasnya. Ini benar-benar perjuangan sulit buat Arman, karena jepitan dinding vagina gadis itu begitu kuatnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang sangat luar biasa, yang benar benar tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

gadis itu juga merasakan perasaan yang serupa. Disamping rasa sakit, dia juga merasakan kenikmatan yang teramat luar biasa sehingga dia tidak mampu lagi menahan diri untuk tidak desisan dan rintihan nikmat yang keluar dari mulutnya. Pinggulnya sampai terangkat-angkat menahan gempuran penis Arman.

Sesaat Arman menghentikan gerakannya. Dia perlu konsentrasi sejenak untuk segera menyelesaikan tugasnya. Mereka saling pandang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Arman melihat sorot mata gadis ini memohon dengan amat sangat agar dia segera menuntaskan tugasnya. Perawan ini benar-benar sudah pasrah sepenuhnya untuk menyerahkan keperawanannya apapun yang terjadi.

Arman menarik sedikit ujung penisnya, kemudian dengan tanpa memberikan aba-aba dia tekan dengan cepat dan kuat penisnya, tembuslah benteng keperawanan gadis ini. Pemuda ini tidak tega memandang mata gadis ini, dia yakin pasti gadis ini merasakan kesakitan, tapi ini adalah cara yang terbaik yang bisa diusahakan. Arman pun terus menekan penisnya sehingga seluruh batang penisnya tenggelam kedalam liang perawan itu.

Gadis itu sepertinya sudah tidak perduli lagi dengan rasa sakit yang dideritanya, dengan penuh semangat dipeluknya tubuh pemuda itu, pinggullnya digerakkan kekiri dan kekanan mengimbangi gerakan Arman, sesaat kemudian keduanya menjerit keras hampir bersamaan ketika keduanya mencapai puncak orgasmenya yang paling dasyat.

Arman merasakan betapa spermanya berkali-kali menyemprot kuat didalam liang perawan itu. Kemudian kedua remaja ini terkulai sambil berpelukan. Mereka dengan jelas mendengar dengan jelas betapa napas pasangannya masih memburu seperti baru selesai lari marathon.

Arman terkejut ketika melihat sekeliling, Chandra sekarang sudah telanjang bulat sedang ngentot adiknya Emili dengan buasnya, demikian pula anggota klub lainnya juga sedang ngentot dengan pasangannya masing-masing yang dia kenal sebagai keluarga mereka sendiri.

Tanpa dapat menahan diri lagi, Arman melepas topengnya sambil berseru,

“Apa yang sedang terjadi disini?”
“Arman?” jerit tertahan gadis dibawahnya. Suara itu begitu sangat dikenalnya.

Dengan penis masih tertanam penuh diliang vagina gadis dibawahnya ini, dia buka topeng gadis ini. Ternyata dia adalah Dinda, adik perempuannya sendiri yang baru berusia 19 tahun. Dia benar-benar tidak memimpikannya untuk berhubungan seks dengan adiknya sendiri.

“Dinda!” hanya itu yang bisa muncul dari mulutnya. Kedua bibir mereka kemudian saling berciuman, saling mengunci dan menghisap dengan ganas, tangan-tangan mereka saling mengelus, meraba dan mengusap ketubuh pasangannya. Arman merasakan penisnya langsung tegang lagi, dan kembali pinggulnya digerakkan naik-turun. Dinda juga menjadi demikian bergairah, bahkan lebih dari tadi ketika pemuda itu memerawaninya.

Dipeluknya tubuh kakaknya dengan penuh kasih sayang, dan pinggulnya digerakkan kekiri-kekanan lebih cepat mengimbangi gerakan pinggul kakaknya. Kemudian mereka kembali tenggelam dalam arus birahinya, berhubungan seks dengan ritme yang lebih menggelora. Dinda sampai orgasme empat kali lagi sebelum Arman mencapai orgasmenya yang ketiga.

Mereka benar-benar lupa akan keadaan sekelilingnya, dimana semua anggota klub juga sedang berhubungan seks dengan pasangannya masing-masing yang sekaligus juga keluarganya mereka sendiri. Tapi Arman dan Dinda melakukannya bukan hanya karena dorongan nafsunya, keduanya juga saling mengasihi dan mencintai sepenuh hatinya.

“Ini adalah rahasia terbesar dari klub ini!” kata Arman kepada adiknya.

“Ya.” Jawab Dinda,

“Ini juga merupakan rahasia terbesarku, karena akhirnya aku bisa memberikan kasih sayang dan cintaku kepadamu, Arman.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

cerita dewasa cerita seks cerita hot Cerita Dewasa Indonesia © 2017 Frontier Theme